Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 03.05 WIB

Jenderal Dudung Rajin ke Pesantren, Politikus PPP Bilang Begini

Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022). Rapat Dengar Pendapat ini membahas tentang penyesuaian RKA Kemhan/TNI TA 2023.  Foto: Dery Ridwansah - Image

Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022). Rapat Dengar Pendapat ini membahas tentang penyesuaian RKA Kemhan/TNI TA 2023. Foto: Dery Ridwansah

JawaPos.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syamsulrizal mengapresiasi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang berupaya membangkitkan semangat nasionalisme dan membangun wawasan kebangsaan kepada masayarakat, termasuk kepada para santri.

“Kita berayukur pak Dudung berkenan hadir di pesantren, untuk menberikan semangat kebangsaan dan membangun wawasan kebangsaan, ini adalah sifat dari Jenderal Sudirman sejati,” kata Syamsulrizal, Jumat (21/10).

Anggota DPR RI ini juga mengungkapkan, langkah Dudung kepada santri menunjukkan bahwa jenderal bintang empat tersebut memahami tentang sejarah peranan santri dalam kemerdekaan Indonesia.

“Tapi, dalam persatuan dan kesatuan Indonesia kita tidak mengedepankan soal agama. Begitu juga soal toleransi dalam menyusun pembukaan UU 45,” papar Syamsurizal.

Lebih lanjut, Syamsulrizal menambahkan bahwa kehadiran Dudung ke sejumlah pesantren dan menemui ulama serta santri bukan berarti tidak menghormati yang lain. Sebagai pimpinan TNI AD, Dudung juga pasti memikirkan dan menghormati yang lain karena negara ini terdiri dari beragam suku, budaya dan agama.

“Jadi kunjungan pak Dudung ke pesantren dalam rangka kekerabatan bersama-sama sebagai pengorhormatan dan memajukan Indonesia," ungkap Syamsurizal.

Syamsulrizal lantas berharap, Jenderal Dudung tidak mendengarkan isu-isu yang mendiskreditkan pesantren. Sebaliknya, harus dibangun dialog dengan ulama, tokoh masyarakat, dan santri.

“Yang penting kita bangun semangat kebangsaan, semangat nasionalisme para santri,” pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore