Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Oktober 2018 | 02.53 WIB

Jika Tuntutan Diabaikan, Minggu Depan Aksi Bela Tauhid Bakal Demo Lagi

Massa Aksi Bela Tauhid akan memberi waktu satu pekan untuk Menkopolhukam untuk menindaklanjuti aspirasinya. Jika tidak, maka massa akam kembali menggelar aksi serupa. - Image

Massa Aksi Bela Tauhid akan memberi waktu satu pekan untuk Menkopolhukam untuk menindaklanjuti aspirasinya. Jika tidak, maka massa akam kembali menggelar aksi serupa.


JawaPos.com - Perwakilan massa aksi bela tauhid telah selesai melakukan pertemuan dengan Sekretaris Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Sesmenkopolhukam). Sejumlah tuntutan disuarakan perwakilan massa aksi, saat diterima salah satu anak buah Wiranto, Agus Surya Bakti.


Yusuf Martak selaku salah satu perwakilan massa Aksi Bela Tauhid mengaku, pihaknya tetap ngotot jika tiga anggota Banser Garut yang membakar bendera itu segera diadili secara hukum. Ia menilai perbuatan mereka memenuhi unsur pidana.  


"Kami minta Menkopolhukam menindak lanjuti kasus ini. Pasti kita minta diadili (3 anggota Banser itu, Red). Karena itu sudah jelas-jelas perbuatan melanggar hukum," kata Yusuf di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/10).


Yusuf yang juga merupakan ketua GNPF Ulama itu berkeyakinan jika bendera yang dibakar bukan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), karena tidak terlihat ada simbol-simbol ormas yang telah di tersebut. 


"Anggapan aparat yang menyebut itu bendera HTI jelas-jelas satu kebohongan besar. Tidak ada logo organisasi di bendera tersebut, jelas-jelas itu adalah kalimat tauhid," tegasnya.


Lebih jauh Yusuf mengatakan bahwa massa Aksi Bela Tauhid akan memberi waktu satu pekan untuk Menkopolhukam untuk menindaklanjuti aspirasinya. Jika tidak, maka massa akan kembali menggelar aksi serupa.


"Paling lama minggu depan. Kalau tidak kami akam menggelar aksi lagi. Kita akan menuntut seterusnya," jelasnya.


Di tempat sama, Sesmenkopolhukam Agus Surya Bakti menegaskan, usulan massa aksi bela tauhid akan diteruskan ke Wiranto sesegera mungkin. Dia juga memohon maaf kepada massa karena bosnya tersebut tidak bisa hadir, karena tengah mengurus masa peralihan tanggap darurat bencana di Palu, Sulawesi Tengah. 


"Saya mohon maaf pak menko (Wiranto, Red) tidak bisa hadir karena sedang mengurus masa peralihan dari tanggap darurat ke pemulihan di palu. Tapi aspirasinya saya catat dan saya sampaikan ke pak Menko," tutupnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore