
dpi ri
JawaPos.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengomentari pujian Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan yang memuji kinerja KPK era Firli Bahuri. Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengaku heran dengan pujian Arteria kepada Firli.
Terlebih Arteria mengutarakan Firli Bahuri Cs sebagai Komisioner yang paling berprestasi meminpin KPK. Hal tersebut disampaikan Arteria dalam rapat dengar pendapat (RDP) angara Komisi III DPR RI dengan Pimpinan KPK, di Kompleks Parlemen, Rabu (26/1).
"Sejak dulu, saya pribadi memang sulit untuk mengerti apa yang disampaikan oleh Arteria ketika ia memuja muji KPK era Firli Bahuri. Sebab, kenyataannya berbeda," kata Kurnia kepada JawaPos.com, Jumat (28/1).
Kurnia berujar, KPK yang dipimpin Firli Bahuri justru hanya kental dengan nuansa kontroversi. Terlebih, kinerja penindakan KPK anjlok pada 2021.
"Kontroversi terus berlanjut, kinerja penindakan anjlok tahun 2021, di waktu yang sama rentetan pelanggaran etik pun terjadi," cetus Kurnia.
Meski demikian, ICW tak kaget atas pujian yang disampaikan Arteria Dahlan kepada Firli Bahuri. Sebab, Arteria salah satu Anggota DPR yang memilih Firli Bahuri, meski kental kontroversi.
"Namun, di luar itu pernyataan Arteria dapat dipahami, sebab ia satu di antara banyak anggota DPR yang memilih Firli Bahuri menjadi Komisioner KPK," ungkap Kurnia.
Diketahui, sebelumnya Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan mengapresiasi kerja-kerja KPK di bawah komando Firli Bahuri dalam memberantas dan mencegah praktik korupsi di Indonesia. Menurut Arteria, Firli Cs tetap kuat meski banyak diterpa kritik.
"Tetapi kami dari PDIP tidak pernah ragu, kita yang selalu mengatakan kepemimpinan KPK dan kepimpinan Bang Firli ini sekokoh batu karang walaupun di tengah terjang ombak samudra," ucap Arteria Dahlan, Rabu (26/1).
"Apresiasi atas kerja keras, kerja cerdas dan langkah-langkah inovatif. KPK khidmat, konsisten, istiqomah melakukan kerja-kerja simultan, sekarang ini semua komisionernya bagus-bagus," imbuhnya.
Legislator PDIP ini juga mengapresiasi penerapan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK selama kepemimpinan Firli Bahuri. Dia menyebut, operasi senyap di bawah komando Firli Bahuri berbeda dari pimpinan KPK sebelumnya.
"Kemudian kami juga ingin sampaikan OTT sekarang ini beda, kalau dicermati dengan OTT sebelumnya. KPK yang sekarang ini hening, humanis, beradab, tidak gaduh, penegakan hukumnya berkepastian," katanya.
Arteria menuturkan, saat ini KPK dalam melakukan OTT setelah ada dua alat bukti. Sehingga lembaga antirasuah tidak terburu-buru melakukan OTT, tetapi memastikan semua persyaratan terpenuhi baru dilakukan penangkapan.
"Makanya agak beda, setiap OTT, tidak gaduh lagi, orang mau ngomong apa sudah kepagar semua. Saya sangat apresiasi, KPK sekarang terlihat agak sabar, tidak terburu-buru untuk menyelesaikan bangunan perkara dalam setiap OTT," tandasnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
