JawaPos.com - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Benny Rhamdani merasa puas bahwa calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo mampu menyampaikan memaparkan dengan baik gagasannya pada debat pertama di kantor KPU RI, pada Selasa (12/12) malam. Namun, Benny menyesalkan jawaban capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat ditanya isu penyelesaian pelanggaran HAM berat.
"Dia (Prabowo) tidak menjawab pertanyaan Ganjar, tetapi kecenderungannya dia justru menghindar," kata Benny kepada wartawan, Kamis (14/12).
Benny menegaskan, wajar jika Ganjar bertanya soal penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat kepada Prabowo. Karena isu tersebut mewakili perasaan keluarga korban penghilangan paksa.
"Nah, apa yang ditanyakan Ganjar itu pertanyaan serius yang mewakili rasa keadilan dari kawan-kawan aktivis 98 mewakili rasa kehilangan dari para orang tua korban. Apakah Prabowo tidak merasakan bagaimana orang tua merasa kehilangan anaknya, adik merasa kehilangan kakaknya, kakak merasa kehilangan adiknya, anak merasa kehilangan bapaknya," ucap Benny.
"Jadi, pertanyaan Ganjar mewakili suasana batin aktivis mahasiswa, ayah, dan ibu yang lehilangan anak, saudara yang kehilangan keluarga, pertanyaan ini sederhana, hanya minta ditunjukkan di mana makam aktivis yang dibunuh yang hari ini jangankan mayatnya, kuburan saja tidak ditemukan," sambungnya.
Benny pun menyindir Prabowo yang terekam memamerkan para aktivis di kubunya itu saat menjawab pertanyaan Ganjar, dalam isu penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat. Benny memandang sikap itu justru blunder.
"Ini ada apa? Ya, tidak sekadar politisasi. Itu seolah Prabowo mengetahui persis. Patut diduga kuat menjadi pengakuan secara tidak langsung Prabowo mengetahui apa yang ditanyakan Ganjar," ujar Benny.
Benny secara umum, menilai Ganjar tampil optimal dalam debat di kantor KPU itu. Ia pun memberikan penilaian atas pemaparan dari masing-masing capres.
"Saya menilai debat kemarin itu debat yang Ganjar menunjukkan kelasnya," tegasnya.
Benny mengatakan wajar Prabowo menerima nilai jelek karena Ketum Gerindra itu tidak banyak memberikan jawaban substansi, saat ditanya oleh Ganjar maupun Anies dalam debat tersebut.
"Pokoknya dalam pertanyaan Anies dan Ganjar tidak pernah memberikan jawaban substansi. Harusnya dia bisa menyampaikan future Indonesia lima tahun ke depan dan substansi tentang bangsa apa yang perlu dibangun," pungkasnya.