Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Agustus 2021 | 01.47 WIB

Bertemu Elite Parpol Nasdem, Jokowi Bahas Amandemen UUD 1945

Presiden Joko Widodo dan Ketua Nasdem Surya Paloh  memberikan keterangan kepada wartawan saat menghadiri acara Ultah Ke-8 dan Penutupan Kongres II Partai Nasdem di Jiexpo, Jakarta, Senin (11/11/19). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS - Image

Presiden Joko Widodo dan Ketua Nasdem Surya Paloh memberikan keterangan kepada wartawan saat menghadiri acara Ultah Ke-8 dan Penutupan Kongres II Partai Nasdem di Jiexpo, Jakarta, Senin (11/11/19). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan para ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik di Istana. Partai Nasdem buka suara mengenai pertemuan tersebut.

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan, pertemuan tersebut membahas mengenai amandemen terbatas UUD 1945 dengan memasukan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Pasalnya wacana amandemen ini menimbulkan polemik di masyarakat.

"Dari pada sahut-sahutan lebih baik duduk bersama, dan ini merupakan suatu langkah yang tepat yang dilakukan presiden sore hari ini memanggil semua," ujar Willy di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/8).

Willy mengatakan pertemuan tersebut sangatlah penting lantaran agar tidak terjadi perdebatan di publik. Sehingga masing-masing dari partai politik usulannya akan ditampung oleh Presiden Jokowi.

"Yang paling penting dialog supaya tidak hanya miskomunikasi, tapi kalau sudah misintepretasi sudah berat. Maksud hati baik tapi tangkapannya jadi lain itu berbahaya," katanya.

Anggota Komisi XI DPR ini menambahkan selain membahas amandemen UUD 1945 tersebut, kepala negara bersama dengan elite partai politik bakal berdiskusi mengenai penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

"Jadi tentang partai-partai yang konsen mengenai penanganan pandemi dan pemuliha ekonomi masonal," ungkapnya.

Saat disinggung mengenai adakah pembahasan reshuffle, Willy mengaku mengenai perombakan kabinet ini biasanya Jokowi tidak menggelar dialog bersama.

"Kalau reshuffle itu Pak Jokowi langsung momentum marking aja, langsung kepada ketua umum yang bersangkutan, tapi dialog seperti ini agak tabu lah ya. Kan ini lebih banyak agenda bersama," tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan Presiden Jokowi bakal melakukan pertemuan dengan ketua umum dan sekertaris jenderal partai politik koalisi pendukung pemerintahannya.

Sementara terpisah, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza juga membenarkan perihal kabar pertemuan antar petinggi partai politik dengan Presiden Jokowi.

Adapun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin setidaknya didukung oleh sepuluh partai politik. Kesepuluh yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, Partai Nasdem, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kemudian ada pula partai pendukung yang berada di luar parlemen yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Hanura, Perindo dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore