JawaPos.com - Calon presiden (Capres) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo menganggapi putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait tidak akan secara khusus mengadakan debat antar calon wakil presiden (Cawapres). Menurut Ganjar, ada atau tidaknya debat antara Cawapres, pihaknya sudah mempersiapkan diri dengan skenario apapun.
Ini diungkapkan oleh Ganjar usai bertemu dengan anak-anak milenial dan generasi Z di Restoran Dapoer Sasak, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (2/12) malam. Hal ini setelah KPU memutuskan untuk menghapus debat khusus cawapres pada Pilpres 2024.
"Kalau saya sih mau ada atau tidak ada, siap untuk skenario apapun," ucap Ganjar.
Ganjar pun memastikan, dirinya bersama Mahfud MD telah siap menghadapi debat pertama Pilpres 2024, yang diagendakan KPU, pada 12 Desember 2023. Ganjar memastikan akan mengusung program unggulan antikorupsi pada acara debat pertama nanti.
“Pemberantasan korupsi menjadi visi-misi unggulan kami. Korupsi harus disikat habis sampai ke akar-akarnya,” ucap Ganjar Pranowo usai bertemu kalangan anak muda di La Cove Restaurant, Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (2/12).
KPU telah menetapkan jadwal dan tema debat Capres-Cawapres untuk tahapan Pilpres 2024 yang akan digelar sebanyak 5 kali. Debat Capres-Cawapres Pilpres 20234 tidak digelar terpisah, tapi bersama-sama.
Pada debat pertama, KPU menetapkan tema yang diangkat adalah tentang Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi.
Ganjar menyatakan, selama ini bersama Mahfud telah mempraktikkan gerakan anti korupsi dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai pejabat publik.
“Kami sudah siap lahir dan batin. Pas temanya, mitra saya kan Prof Mahfud. Insya Allah, kami sama-sama berpengalaman dan Prof Mahfud dikenal sebagai pendekar di bidang hukum,” ucap Ganjar.
Pelaksanaan debat Capres-Cawapres diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilu 2024. Suami Atikoh itu mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk debat Capres-Cawapres.
Ganjar memastikan, dirinya telah berpengalaman adu gagasan dalam debat calon gubernur dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. “Nggak ada persiapan khusus,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan Pemberantasan Korupsi mesti dilakukan hingga ke akar-akarnya demi mewujudkan Indonesia Unggul.
“Caranya, satu kita harus mencegah korupsi dengan memperbaiki sistem kelembagaan dan regulasi harus jelas. Dan yang paling penting adalah aktornya harus benar-benar bersih. Kalau aktornya nggak benar, ya dia akan terlibat, biasanya," pungkasnya.