Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2023 | 05.20 WIB

Kritisi Sistem Pendidikan Saat ini, Alam Ganjar: Kognitif Aja Nggak Cukup, Perlu Didampingi Aspek Afektif

Muhammad Zinedine Alam Ganjar menghadiri acara Z Creative Talk di Balai Sartika. (Istimewa) - Image

Muhammad Zinedine Alam Ganjar menghadiri acara Z Creative Talk di Balai Sartika. (Istimewa)

JawaPos.com - Muhammad Zinedine Alam Ganjar menghadiri kegiatan Bincang Massikola bertema Gerakan Pemuda Kota Makassar. Acara ini digelar bersama relawan Makassar Siap Sekolah atau disingkat Massikola yang dihadiri oleh sejumlah pakar dan praktisi muda, membahas dunia pendidikan.
 
Dalam Bincang Massikola tersebut, putra tunggal pasangan Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh tersebut menilai bahwa sistem pendidikan saat ini masih mengedepankan aspek kognitif. Hal ini dianggap tidak cukup, karena harus ada keseimbangan antara kognitif dan afektif.
 
"Pendidikan saat masih banyak menekankan pada aspek kognitif. Padahal, aspek kognitif aja nggak cukup. Perlu didampingi dengan aspek lainnya, seperti aspek afektif. Afektif sendiri berarti minat, sikap, konsep diri. Kedua kombinasi tersebut dibutuhkan dalam menjawab problem dunia nyata," jelasnya. 
 
Alam pun mengungkapkan mayoritas pekerjaan mensyaratkan banyak kemampuan dasar. Namun selain itu, anak muda dituntut untuk memiliki soft skill dan pengalaman melalui kegiatan positif, seperti organisasi.
 
"Kalau di kelas kita menerima informasi yang sama dengan teman lainnya, terus apa yang membedakannya? Tentunya soft skill yang membedakan kita dengan orang lain. Maka, penting banget memiliki soft skill di era saat ini," imbuhnya.
 
Disinggung soal jurusan saat menempuh perkuliahan, Alam pun tidak mempersoalkan apapun jurusan yang diambil. Hal terpenting adalah mahasiswa tersebut bisa berkontribusi untuk masyarakat setelah menempuh pendidikan.
 
"Kalau jurusan nggak sesuai, tidak masalah. Yang penting seberapa manfaat kita memberikan dampak dalam lingkungan masyarakat," kata Alam.
 
Selain itu, soal ketimpangan pendidikan yang terjadi antara desa dan kota di Indonesia, Alam menyebutkan beberapa daerah masih memiliki gap pendidikan yang cukup jauh. Hal tersebut menyebabkan pemerataan pertumbuhan sumber daya manusia yang tidak merata.
 
 
"Hal tersebut menjadi salah satu masalah besar di Indonesia, karena pendidikan adalah hak asasi manusia, kebutuhan dasar yang berhak didapatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujar Alam.
 
Oleh sebab itu, Alam bersama Founder Massikola, Udin Malik berpendapat bahwa penting dalam setiap keluarga memperoleh akses pendidikan yang layak. Sehingga bisa berdampak terhadap kemajuan SDM dan kesejahteraan masyarakat.
 
"Dengan demikian, bagaimana negara seharusnya bisa menjamin akses pendidikan setiap masyarakat. Misalnya, dalam satu keluarga itu harus ada satu sarjana pertama agar efek dominonya bisa kemana-mana," kata Alam.
 
Alam pun berpesan untuk senantiasa bermanfaat dalam memberikan dampak positif terhadap masyarakat. "Saat kita punya previllege, maka manfaatkan untuk berdampak untuk orang lain," pungkasnya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore