Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary.
JawaPos.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) akan mengimplementasikan konsep smart and sustainable forest city. Konsep ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong terciptanya smart city, yang akan menyuguhkan harmoni antara pemanfaatan dan kehidupan perkotaan yang berdampingan dengan alam.
Dalam membangun dialog serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan IKN, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim mengadakan Temu Influencer.
Kegiatan dengan tema “Sudah Sejauh Mana Pembangunan IKN?” itu digelar di Gumaya Hotel, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/12).
Sebagaimana diketahui, pembangunan IKN didorong dengan perencanaan yang meletakkan dasar-dasar teknologi ke dalam tata kelola kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memberikan layanan secara efisien, efektif dan terbuka.
Sesuai dengan kutipan Presiden Joko Widodo (Jokowi), rencana pemindahan IKN merupakan sebuah upaya proses percepatan pembangunan, pemerataan, dan pemberdayaan kawasan Indonesia timur.
"Penetapan IKN diharapkan dapat menjadi katalis untuk menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah lainnya di Indonesia,” kata Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary dalam sambutannya.
Semua pihak berperan dalam pembangunan IKN, untuk mewujudkan IKN sebagai smart city. Tak terkecuali, Kementerian Kominfo berperan dalam mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan penyediaan Pusat Data Nasional (PDN).
Salah satu kota di Indonesia yang telah mengimplementasikan konsep smart city yaitu Kota Semarang, sejak tahun 2013.
Konsep program smart city yang telah dijalankan Pemerintah Kota Semarang yaitu, Smart Governance, Smart Economy, Smart Environment, Smart Branding, Smart Living dan Smart Society.
Nantinya, Pemkot Semarang akan melakukan efisiensi aplikasi-aplikasi yang serta mengelaborasi teknologi dan aplikasi. Contohnya, dalam pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang dilakukan menggunakan AR (Augmented Reality).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Budi Prakosa, yang menyampaikan, penetapan dan pembangunan IKN di Kalimantan Timur merupakan lompatan dari Jawa sentris kepada Indonesia sentris.
“Beberapa kondisi menjadi potensi untuk berkembangnya Kota Semarang,” ungkap Budi.
Pertama, terhubungnya tol dari titik barat ke timur dari arah Jakarta ke Surabaya dan begitu juga sebaliknya, dengan titik lelah yang berada di Kota Semarang. Kedua, ada perpindahan kegiatan industri dari Jabodetabek ke Jawa Tengah.
Dalam konteks smart city pemahamannya tidak hanya yang berkaitan dengan teknologi informasi, tapi berorientasi pada pelayanan sebuah kota dalam peningkatan efisiensi dan efektifitas.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
