JawaPos.com - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD menargetkan potensi prekonomian maritim unggul lima tahun ke depan. Gagasan itu tertuang dalam visi dan misi Ganjar-Mahfud yang mengangkat tema 'Menuju Indonesia Unggul Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari'.
Ganjar-Mahfud ingin memaksimalkan potensi ekonomi biru dengan mengakselerasi 11 potensi ekonomi maritim. Adapun 11 poin itu yakni, perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, pertambangan dan energi (ESDM), pariwisata bahari, hutan bakau, perhubungan laut, sumber daya wilayah pulau-pulau Kecil, inddustri dan jasa maritim, serta terakhir SDA nonkonvensional.
Hal itu tentu dengan harapan meningkatkan prekonomian Indonesia. Ganjar-Mahfud ingin mengoptimalkan pemanfaatan sektor kelautan dengan potensi USD 1,4 triliun per tahun secara inklusif untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan laut, demi menjaga gelombang potensi ekonomi biru Indonesia.
Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing meyakini, gagasan itu akan terlaksana jika Ganjar-Mahfud terpilih menjadi pemimpin negara pada periode 2024-2029. Sebab, itu sejatinya untuk menyejahterakan rakyat.
"Pengelolaan negara di semua sektor pembangunan, Ganjar-Mahfud akan mengelola laut kita secara maksimal dan tetap menjaga kelestarian yang kesinambungan lingkungan di laut potensi ekonomi maritim akan dimaksimalisasi. Sehingga APBN meningkat signifikan, dengan demikian pembiayaan percepatan pembangunan di semua sektor dapat terpenuhi gagasan ini sangat brilian dan rasional," kata Emrus kepada JawaPos.com Selasa (21/11).
Emrus menyebut, Indonesia merupakan negara maritim. Sehingga memang potensi ekonomi maritim sudah selayaknya ditingkatkan demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
"Negara maritim merupakan kesadaran terhadap kekuatan dan posisi Indonesia yang akan membentuk paradigma baru bahwa laut bukan lagi pemisah, melainkan pemersatu laut adalah jalan masa depan sekaligus kekuatan ekonomi konektivitas, diplomasi serta pertahanan dan keamanan laut dapat dimanfaatkan dijaga dan dirawat berkelanjutan agar bermuara pada kedaulatan negara dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia," ucap Emrus.
Ia pun meyakini, Ganjar-Mahfud akan menjaga kelestarian lingkungan bawah laut. Hal ini sebagaimana tertuang dalam visi dan misi bahwa Ganjar-Mahfud nantinya akan mengendalikan penangkapan ikan dalan menjaga kelestarian lingkungan, serta akan menerapkan regulasi yang ketat untuk mengatasi pencemaran laut, termasuk pencemaran yang bersifat lintas batas negara.
"Kekayaan kita di laut sangat luar biasa yang selama ini belum terkelola dengan baik contoh kecil kekayaan sumber daya ikan di laut acap kali dicuri oleh nelayan negara lain sementara banyak rakyat Indonesia masih kekurangan gizi dari unsur kebutuhan ikan karena itu dipastikan pembangunan di sektor maritim menjadi salah satu prioritas utama," ujar Emrus.
Sementara itu, Ganjar Pranowo menyatakan bahwa saat ini pengelolaan ekonomi maritim masih belum maksimal. Bahkan Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan Vietnam.
Padahal, 77 persen wilayah Indonesia adalah laut. Namun sektor maritim hanya berkontribusi sebesar 7,6 persen dari total Produk Domestik Bruto (GDP) Indonesia pada tahun 2021.
"Kalau bandingkan tangkapan ikan saja dari panjang laut pantai kita di Indonesia dan Vietnam bedanya luar biasa. tapi kenapa kita masih kalah?," ucap Ganjar dalam kegiatan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, di Jakarta, Rabu (8/11).
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menyebut, menjadi masalah salah satunya adalah ekosistem perekonomian biru yang masih belum terbentuk dengan baik. Ia mencontohkan, dalam urusan perizinan saja masih banyak keluhan dari nelayan.
Ganjar mengatakan masih banyak nelayan juga belum siap merealisasikan regulasi ekonomi biru, misalnya terkait dengan perikanan tangkap yang mereka anggap justru memperketat kegiatan mereka.
"Padahal ada ekonomi lain seperti budidaya, bicara rumput laut saja di kedalaman 15 meter itu pantai kita bisa sisa, ada nilai ekonomi besar kalau digali," jelas Ganjar.
Karena itu, ia mengatakan pengembangan ekonomi biru nantinya akan menjadi janji kampanyenya. Ganjar ingin pengembangan ekonomi nantinya benar-benar berorientasi kepada ocean based bukan land oriented. Sebab, ia melihat ekonomi maritim ini bisa menjadi masa depan ekonomi Indonesia.
"Dari laut sampai turunanya disiapkan sampai industri. Masa mau nangkap ikan ga ada cold storage, BBM gak ada. Maka perhatian harus dibagi, fasilitasi diberikan agar tumbuh," pungkas Ganjar.