Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Maret 2021 | 19.22 WIB

Jhoni Allen: Demi Tuhan SBY Bukan Pendiri Partai Demokrat!

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi pergantian tahun di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Melalui pidato politik ini, SBY mengajak semua pihak untuk memahami tahun 2020 yang akan datang. Karena ba - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi pergantian tahun di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Melalui pidato politik ini, SBY mengajak semua pihak untuk memahami tahun 2020 yang akan datang. Karena ba

JawaPos.com - Mantan politikus Partai Demokrat (PD) Jhoni Allen Marbun akhirnya blak-blakan mengenai kondisi internal PD. Jhoni mengatakan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukanlah pendiri Partai Demokrat. Bahkan Jhoni menegaskan SBY tidak pernah berjuang untuk partai dengan warna kebesaran biru tersebut.

’’Ini menegaskan bahwa SBY bukan pendiri Partai Demokrat. Demi Tuhan saya bersaksi bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali, apalagi berdarah-darah sebagaimana pernyataannya di berbagai kesempatan,’’ ujarseru Jhoni kepada wartawan, Senin (1/3).

Jhoni mengatakan, berdasarkan fakta sejarah, Partai Demokrat diaktanotariskan oleh 99 pendiri di Jakarta. Setelah itu muncullah para pendiri partai tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

’’Perjuangan para kader dari Sabang sampai Merauke bersusah payah bekerja keras tidak mengenal lelah dan waktu untuk bekerja bersama-sama meloloskan Partai Demokrat pada verifikasi KPU sehingga menjadi peserta Pemilu 2004,’’ katanya.

Anggota Komisi V DPR itu menuturkan, SBY baru bergabung ke PD setelah partai tersebut lolos verifikasi pemilu dari KPU," ungkapnya.

Setelah SBY masuk ke PD. Jhoni mengungkapkan, SBY memberikan uang Rp 100 juta dalam bentuk travel check. Itu dilakukan supaya sang istri Ani Yudhoyono bisa memiliki jabatan. ’’Dengan memasukkan almarhumah Ibu Ani Yudhoyono sebagai salah satu wakil ketua umum dan hanya menyumbang uang 100 juta rupiah dalam bentuk 4 lembar travel check yang diberikan di Hotel Mirah Bogor,’’ tuturnya.

Jhoni juga mengeluhkan PD yang disebut dengan partai keluarga. Karena saat itu SBY menjadi ketua umum lalu sang anak Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menjadi sekretaris jenderal. ’’Sudah tertanam di masyarakat bahwa Partai Demokrat telah dicap sebagai partai dinasti sejak KLB pertama di Bali tahun 2013, di mana Bapak SBY menjadi ketua umum dan anak kandungnya Ibas sebagai sekjen,’’ tegasnya. ’’Ini baru pertama kali di Indonesia, bahkan di dunia, di mana pengurus partai politik, Partai Demokrat, bapaknya, SBY ketua umum dan anakanya sebagai sekjen," tambahnya. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=3u6jXXVzp_w

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore