Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Oktober 2023 | 21.25 WIB

Punya Hak Prerogatif, Mega Belum Mau Umumkan Cawapres Pendamping Ganjar

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri  menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta. - Image

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta.

JawaPos.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan (PDIP) berakhir kemarin. Sampai acara itu ditutup, PDIP belum mengumumkan nama bakal cawapres. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan kembali bahwa dirinya mempunyai hak prerogatif untuk menentukan sosok pendamping Ganjar Pranowo.

Pernyataan itu disampaikan Megawati saat penutupan rakernas di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, kemarin (1/10). Megawati mengatakan, kongres PDIP di Bali pada 2019 memberikan hak prerogatif bagi dirinya untuk memutuskan nama capres maupun cawapres. ”Jadi, ngapain saya ngomong sama orang,” ujarnya di hadapan ribuan kader PDIP kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, presiden kelima RI itu mengaku bukanlah orang yang suka melihat hasil survei. Tapi, kemarin pagi sebelum menutup rakernas, Megawati sempat melihat hasil survei terkait elektoral capres pada Pemilu 2024.

Megawati mengatakan, dirinya senang melihat elektabilitas Ganjar yang saat ini mengalami tren kenaikan positif. ”Kan ibu bilang, ibu nggak suka lihat-lihat survei, tapi iseng aja tadi pagi. Wah, Pak Ganjar itu udah naik tung, tung, tung (arah tangan ke atas). Ya, tapi terus kalian nggak kerja ya tung, tung, tung (arah tangan ke bawah),” tuturnya.

Meski demikian, Megawati yakin kerja politik yang dilakukan beberapa hari ini bisa menyatukan chemistry dan semangat juang di antara kader PDIP untuk sama-sama dalam pergerakan turun ke bawah. ”Dengan segala bekal itu, segeralah kembali ke rumah masing-masing dan turun ke rakyat,” paparnya.

Terkait nama bacawapres Ganjar, Megawati belum mengumumkannya. Namun, dia heran ketika nama Ganjar dipasangkan dengan Prabowo. Prabowo sebagai capres dan Ganjar menjadi cawapres. Sebagai ketua umum partai, dia tidak mengetahui rencana perjodohan dua tokoh tersebut. Megawati bingung dengan wacana tersebut.

”Lho saya sendiri sampai bingung, di media tiba-tiba dibilang gini, iya sudah ada persetujuan bahwa nanti Pak Prabowo jadi presidennya, Pak Ganjar jadi wakil presidennya. Aku terus di rumah melongo wae. Iki yang ngomong sopo yo. Aku ketua umum kok malah nggak ngerti,” ungkapnya.

Dalam penutupan rakernas kemarin, PDIP menyampaikan rekomendasi eksternal. Yaitu, delapan rekomendasi tentang pemenangan pemilu dan sembilan rekomendasi soal ketahanan pangan. Rekomendasi tersebut dibacakan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di depan peserta rakernas yang digelar tiga hari itu.

Hasto mengatakan, rakernas merekomendasikan strategi pemenangan pemilu dengan cara gotong royong terpimpin, berbasis TPS, dan dilakukan seluruh elemen partai yang menyatukan pemenangan pemilu legislatif dan pemilu presiden sebagai satu kesatuan pemenangan. ”Berkaitan dengan hal tersebut, setiap kader partai, anggota, dan simpatisan wajib turun ke akar rumput berkomunikasi secara langsung dengan rakyat,” ucapnya. (mar/lum/far/tyo/c19/c14/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore