
c
JawaPos.com - Penasihat Pemantauan Kemitraan, Wahidah Suaib mengeluhkan kenapa pemerintah, DPR dan penyelenggara pemilu ngotot menyelenggarakan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 di tanah air.
Wahidah menjelaskan, sebelum diselenggarakan Pilkada serentak ini saja sudah banyak penyelenggara pemilu yang tertular virus Korona. Sehingga aneh Pilkada tetap dilaksanakan.
"Seperti yang kita khawatirkan bersama, kita sudah memprediksi bahwa dipaksakan akan berakibat fatal. Pilkada yang dipaksakan di tengah pandemi menimbulkan fakta yang memprihatinkan," ujar Wahidah dalam diskusi yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Selasa (22/9).
Wahidah mengatakan dari data yang ia dapatkan, per 10 Semptember 2020 sebanyak 60 orang bakal calon kepala daerah yang tertular virus tersebut.
Kemudian, per tanggal 21 September telah ada 163 orang jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang terkena Covid-19 mulai dari sekretariat hingga panwaslu kecamatan dan desa, kelurahan.
"Kemudian bulan lalu juga dikejutkan bahwa 96 panwaslu di Boyolali terkena Covid-19," katanya.
Baca juga: Batal Ditunda, DPR dan Pemerintah Tetap Ingin Pilkada Serentak Digelar
Lebih lanjut, mantan Anggota Bawaslu ini menuturkan, sebanyak 21 staf di KPU pusat yang positif Covid-19. Ditambah tiga komisioner yang tertular virus Korona seperti Arief Budiman, Evi Novida Ginting Manik dan Pramono Ubaid Tanthowi.
"Kemudian sejumlah komisioner KPU Provinsi dan kab/kota, di antaranya, ketua KPU Riau, dan ketua KPU Sulsel, dan salah satu komisioner KPU Papua," ungkapnya.
"Ini fakta yang mestinya jadi pembelajaran untuk kemudian menunda Pilkada ini. Untuk KPU sendiri, berpilkada bukan cuma keselamatan, tapi juga kenyamanan dalam menjalankan tugas. Jadi KPU jangan sampai menjadi komisi penyiksa umum," tuturnya.
Ketidaknyamanan dimaksud Wahidah, adalah penyelenggara pemilu di tingkat desa dan kota harus menggunakan masker, mereka melakukan verifikasi data dengan menggunakan pengaman supaya tidak tertulat virus Korona sepanjang hari.
"Mereka memferivikasi sekian banyak data, mengawasi tahapan kampanye nanti dengan berpanas-panasan menggunakan pengaman sepanjang hari, sejujurnya tersiksa dan tidak nyaman bag mereka. Mohon peka melihat kondisi lapangan. Butuh kepekaan para penyelenggara di tingkat atas melihat hal ini," tegasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=V6kFENFYBxo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
