
Photo
JawaPos.com - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid resmi dinobatkan sebagai doktor lulusan Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang ke-120. Gelar itu diberikan setelah politikus PKB itu menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor di kampus yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu,Selasa, (25/8).
Hadir dalam sidang terbuka, selain Rektor IPDN, para promotor, dan penguji, juga ada Wakil Ketua MPR Syarief Hasan dan Fadel Muhammad, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono, Kabiro Humas Setjen MPR Siti Fauziah, pihak keluarga Jazilul Fawaid, undangan lainnya, serta puluhan jurnalis parlemen.
“Saya sangat bersyukur bisa lulus doktor di IPDN,” ujar pria yang akrab disapa Gus Jazil yang sebelumnya, Jazilul juga sudah pernah meraih gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.
Sebelum mendapat gelar Doktor, Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu lebih dulu menempuh program S2 di Institut Ilmu Al Quran, Jakarta; dan program S1 di Fakultas Syariah PTIQ, Jakarta.
"Saya berharap semua capain ini bisa memberi banyak manfaat bagi diri saya, keluarga, dan yang lebih utama bermanfaat bagi orang banyak. Karena sejak di pesantren saya selalu diajarkan doa agar dihindarkan dari ilmu yang tidak bermanfaat,” ujarnya.
Untuk menyelesaikan program S3 di IPDN, Jazilul mengaku harus menghabiskan waktu selama 4 tahun. “Saya harus bekerja keras untuk menyelesasikan disertasi ini,” ungkapnya.
Tidak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi semangat dan dukungan sehingga program itu bisa diselesaikan. Apa yang ditimba di IPDN itu menjadi bekal bagi dirinya untuk bisa lebih berkhidmat dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Pimpinan MPR maupun tugas-tugas kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan lainnya.
Jazil juga mengaku, saat menempuh program S3 ilmu pemerintahan itu dirinya harus belajar teori-teori ilmu pemerintahan dan masalah-masalah organisasi kenegaraan. Karena itu judul disertasi yang dipilih oleh Jazilul adalah, ‘Pengaruh Iklim Organisasi, Koordinasi, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kepemimpinan Kolektif Kolegial di Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia’.
Dari disertasi itu dirinya menyebut 10 pimpinan yang ada di MPR, 9 fraksi dan satu kelompok DPD, membuat semua aspirasi terwakili. “Hal demikian membuat situasi menjadi kondusif,” paparnya.
Menurutnya, sepuluh pimpinan yang ada saat ini disebut menunjukan MPR mampu beradaptasi dengan sangat cepat terhadap kompleksitas, dinamika, dan tantangan yang dihadapi. Dengan menganut kepemimpinan kolektif kolegial di MPR, dirinya yakin akan efektifitas dan efisiensi yang ditimbulkan.
“Perubahan dapat direspon dengan cermat dan bijak sehingga keputusan kelembagaan MPR merefleksikan kesamaan pemikiran dan mufakat dari segenap pimpinan dan anggota,” paparnya.
Diektahui, dalam sidang itu hadir tim penguji yang terdiri dari Rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo, M.M; Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S. H., M. H., M. S; Prof. Ngadisah, M. A; Prof. Dr. H. M. Aries Djaenuri, M. A; Dr. Deti Mulyati, S. H., M. H., C. N; Dr. Kusworo, M. Si; dan Dr. Layla Kurniawati, M. Pd; mengganjar promovendus Jazilul Fawaid dengan predikat Cum laude.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
