
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah jadi saksi meringankan Ratna Sarumpaet. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah dan Waketum Gerindra Fadli Zon diganjar tanda jasa berupa Bintang Mahaputra Naraya. Meskipun keduanya kerap mengkritik kebijakan dan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menduga diberikan bintang tanda jasa itu supaya Fadli Zon dan Fahri Hamzah tidak lagi melakukan kritik terhadap pemerintahan.
"Itulah pemerintah. Bisa saja memberi penghargaan itu cara halus untuk menjinakkan para pengkritik. Atau bisa juga untuk mendapatkan poin dari masyarakat. Karena yang mengkritik saja dapat penghargaan," ujar Ujang kepada wartawan, Rabu (12/8).
Ujang melihat, saat ini Fadli Zon juga tidak kritis seperti dahulu saat Gerindra masih menjadi oposisi pemerintahan Peesiden Joko Wododo (Jokowi). Namun itulah konsekuensi politik. Ketika partai bergabung ke pemerintaham. Maka harus mendukung kerja-kerja pemerintah.
"Saat ini kan Fadli Zon tak sekritis dulu. Karena saat ini Gerindra partai yang menaunginya juga ada dalam barisan pendukung pemerintah," katanya.
Ujang juga mengatakan, jika tolak ukur pemberian penghargaan ke Fadli Zon dan Fahri Hamzah hanya karena intens melakukan kritik ke pemerintahan. Maka juga berlaku ke pada yang lain. Sehingga perlu juga tokoh-tokoh lainnya diberikan penghargaan.
"Maka yang lain juga harus diberi seperti tokoh-tokoh dari ormas, akademisi, pengamat, dan Kelompok 212. Kan yang kritis terhadap pemerintah banyak," ungkapnya.
Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan Presiden Jokowi secara khusus memberikan bintang tanda jasa kepada dua politikus tersebut.
"Presiden RI akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Fahri Hamzah dan Fadli Zon akan mendapatkan Bintang Mahaputra Naraya," ujar Mahfud MD dalam akun Twitter miliknya @mohmahfudmd, Senin (10/8).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini tidak lupa berpesan kepada dua politikus tersebut untuk terus berkarya bagi bangsa dan negara.
"Teruslah berjuang untuk kebaikan rakyat, bangsa dan negara," tambahnya.
Diketahui Fahri Hamzah adalah Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora). Sementara Fadli Zon adalah salah satu fungsionaris di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Adapun, Bintang Mahaputera adalah bintang penghargaan sipil tertinggi. Penghargaan ini setingkat di bawah Bintang Republik Indonesia.
Sementara Bintang Mahaputera Nararya adalah bintang mahaputera kelima setelah Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Pratama. Penghargaan ini diberikan negara melalui presiden kepada warga sipil yang dianggap telah berjasa secara luar biasa.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=lg8yQktRBcw

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
