Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 November 2018 | 21.46 WIB

3 dari 6 Pahlawan Nasional Adalah Ulama, Ini Jasa-Jasanya


Mewakili keluarga, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima gelar pahlawan yang diberikan kepada Abdurrahman Baswedan, Sabtu (10/11). - Image

Mewakili keluarga, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima gelar pahlawan yang diberikan kepada Abdurrahman Baswedan, Sabtu (10/11).

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh. Itu diberikan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November. Dari enam pahlawan tersebut, tiga di antaranya adalah tokoh ulama.


Peneliti Pusat Kajian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Hadi Nur Ramadhan mengatakan, ketiganya yaitu Abdurrahman (AR) Baswedan dari Jogjakarta, Kasman Singodimedjo dari Jawa Tengah, dan Brigjen K.H. Syam’un dari Banten.


“Kita bersyukur pada pemerintah yang telah mengukuhkan, menganugerahkan, pahlawan yang sudah disampaikan pada 8 November kemarin. Dari tiga itu adalah tokoh ulama,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (11/11).


Hadi menceritakan, AR Baswedan tokoh pemersatu kaum Arab dan pribumi Indonesia. Kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu disebut sadar akan tempat lahirnya sehingga senantiasa membela tanah air.


“AR Baswedan menyampaikan, dalam pidatonya, salah satu kata dia ‘di mana saya dilahirkan, di situlah tanah air saya’,” kata dia.


Di samping itu, beliau juga penggerak diplomasi, misalnya membawa kemerdekaan Indonesia hingga ke kancah dunia. “Salah satu perjuangan AR Baswedan adalah membawa kemerdekaan Indonesia, mengenalkan Indonesia ke Mesir kemudian ke Timur Tengah,” tutur Hadi.


Tokoh ulama lainnya, yakni Kasman Singodimedjo, gelar pahlawan pantas disandangnya lantaran jasanya dalam pembentukan dasar negara. Beliau memiliki peran dalam penghilangan tujuh kata dalam naskah pembukaan UUD 1945, antara lain ‘dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya’.


“Jasa-jasa beliau diterapkan melalui hukum yang berkeadilan dan dalam wajah kejaksaan. Peranan beliau sangat luar biasa atas penegakkan hukum konstitusi di RI,” terang Founder Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamadun itu.


Selain keduanya, Hadi juga menyebut KH Syam’un salah seorang ulama yang berjuang bersama tentara melawan kolonial di Bogor, Jawa Barat. Anggota Laskar Rasulullah itu mendapat gelar Brigjen karena telah berhasil mempertahankan Indonesia dari serangan penjajah pada 1940-1945.


“Brigjen Syam’un kontribusinya sangat luar biasa tatkala Indonesia ditempur habis-habisan, beliau ulama, memperjuangkan negara ini dari cengkraman penjajah,” tegas dia.


Adapun, secara resmi, Jokowi menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada ahli waris dari enam tokoh pahlawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/11) lalu. Mereka adalah:


1. Almarhum Abdurrahman Baswedan, Tokoh dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta


2. Almarhumah Agung Hajjah Andi Depu, Tokoh dari Provinsi Sulawesi Barat


3. Almarhum Depati Amir, Tokoh dari Provinsi Bangka Belitung


4. Almarhum Mr. Kasman Singodimedjo, Tokoh dari Provinsi Jawa Tengah

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore