
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah jadi saksi meringankan Ratna Sarumpaet. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Mantan elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah dan Anis Matta dalam waktu dekat ini akan mendeklarasikan Partai Gelombang Rakyat (Gelora). Sejumlah tokoh dan pesohor dikabarkan bakal bergabung di parpol itu. Salah satunya mantan Wagub Jabar Deddy Mizwar.
Menurut Fahri, atribut partai berupa bendera, topi dan kaus dengan logo Partai Gelora juga sudah tersebar. Logo partai juga menurutnya sudah banyak tersebar melalui jejaring media sosial.
"Selain atribut, struktur partai juga sudah terbentuk sampai ke daerah. Tenang, kita main pelan saja dan Insya Allah nanti tanggal 10 (November) kami akan deklarasikan," kata Fahri kepada JawaPos.com.
Diketahui, sebelum Partai Gelora terbentuk, Fahri dan Anis lebih dulu mendirikan organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). Menurut mantan Wakil Ketua DPR itu, Garbi akan tetap berdiri sebagai ormas. Sementara itu, Partai Gelora katanya dibentuk dari aspirasi rekan-rekan di Garbi juga.
"Partai Gelora ini berasal dari aspirasi teman-teman di Garbi juga. Mereka berpikir, setelah membuat ormas, apa salahnya juga mendirikan partai politik," ujar Fahri.
Menanggapi hal itu, Pengamat politik Emrus Sihombing menilai, latar belakang didirikannya partai baru yang berisi tokoh eks sebuah parpol biasanya karena ada ketidakpuasan.
"Fenomena seperti ini biasanya terjadi karena ada elite kader yang tidakpuas dengan kebijakan partai. Maka kader itu biasanya keluar dan mendirikan partai baru," kata Emrus, Jumat (8/11).
Dia mencontohkan Partai Golkar dulu ada beberapa kader yang keluar dan mendirikan partai lagi. Seperti Wiranto yang mendirikan Hanura, kemudian Surya Paloh yang membentuk Nasdem.
"Itu fenomena politik yang kita lihat di republik ini," ungkap Emrus.
Direktur eksekutif Emrus Corner itu menilai adanya fenomena seperti ini menunjukkan bahwa parpol di Indonesia belum bisa menjadi partai modern. Sebab, ketika ada masalah yang ujungnya bisa menimbulkan konflik, maka jalan keluarnya adalah lebih cenderung akan memilih mendirikan partai baru.
"Tidak ada upaya melakukan penyelesaian kepentingan politik itu secara internal," jelasnya.
Menurut Ermus, partai modern adalah parpol yang bisa menyelesaikan persoalan internal mereka supaya bisa menjadi sebuah organisasi yang besar.
Dia menyebut salah satu partai modern sekarang ini adalah PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnputri. Menurut dia, partai berlambang kepala banteng moncong putih itu sangat bagus mengelola persoalan internal mereka sehingga menjadi yang terbesar sekarang ini.
"Saya belum melihat pada partai lain," tegasnya.
Diketahui, Selain Fahri dan Anis, Gelora juga di isi oleh sejumlah mantan kader PKS lainnya. Seperti, Mahfudz Siddiq, Rofi Munawar, dan Achmad Rilyadi.
Selain eks kader, sejumlah kader PKS pun disebut akan merapat ke bakal partai baru ini. Mereka adalah Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi dan bekas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
