Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juli 2019 | 01.56 WIB

PKB Tak Terbuka dengan Masuknya Partai Baru

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar usai bertemu dengan Cawapres Terpilih KH Maruf Amin di Kediaman Maruf Amin di Jakarta, Jumat (5/7/19). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS - Image

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar usai bertemu dengan Cawapres Terpilih KH Maruf Amin di Kediaman Maruf Amin di Jakarta, Jumat (5/7/19). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

JawaPos.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai saat ini koalisi partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin sudah cukup gemuk. Partai-partai politik yang tergabung di dalamnya sudah banyak.

Atas dasar itu, Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Maman Imanul Haq menengarai, masuknya partai baru dapat mengganggu soliditas koalisi. Apalagi, dalam pandangan Maman, partai-partai tersebut sebelumnya tidak turut berjuang memenangkan petahana.

"Misalnya ada beberapa partai yang sebaiknya tidak masuk. Lihat aja partai yang di dalam, tapi enggak jelas, cuma merecoki. Daripada nanti mengganggu, lebih baik di sana (oposisi) aja lah sebagian," ujar Maman dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (20/7).

Maman menegaskan, penolakan PKB terhadap hadirnya partai baru bukan lantaran takut jatah kursi yang bakal diperoleh berkurang. Menurut Maman, partainya hanya bermaksud menjaga keutuhan dan soliditas koalisi.

"Jadi, ini bukan karena persoalan nanti kita takut kehilangan kursi," katanya.

Maman mengatakan, loyalitas PKB tidak perlu dipertanyakan. PKB sedari awal sudah menyatakan mendukung Jokowi, bahkan hingga lima tahun ke depan.

Ia menegaskan, partainya tak seperti partai lain yang mengaku-aku loyal, namun tiba-tiba berubah arah dukungan. "Artinya ketika dia berkoalisi, ketika di dalam, soal dedikasi loyalitas itu penting," ungkapnya.

‎Maman menyadari semua keputusan mengenai koalisi ada di tangan Presiden Jokowi. Namun demikian, ia yakin para relawan dan pendukung akan kecewa jika tiba-tiba ada partai bukan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin masuk ke dalam kabinet.

‎"Menurut saya ini sangat menyakiti juga, menyakiti teman-teman relawan," pungkasnya.

Sebelumnya, ‎Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate mengatakan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin sudah sangat banyak. Kondisi ini berbeda dari 2014 silam.

Maka, ia pun menyarankan partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap menjadi oposisi. Menurutnya, sejauh ini belum ada untungnya partai-partai pendukung 02 gabung dengan koalisi 01.

‎"Belum ada manfaatnya, karena kekuasannya kami itu mayoritas," ujar Johnny dalam diskusi di kawasan Jalan Wijaya, Jakarta, Jumat (19/7).

Oleh sebab itu, Johnny menyarankan supaya partai pendukung Prabowo-Sandi tetap menjadi oposisi. Karena pemerintah juga butuh pengawasan dari oposisi dalam mengelola Indonesia lima tahun ke depan.

"Karena ‎oposisi juga bisa membangun bangsa dan negara, walaupun mengambil sikap politik berbeda," ungkapnya.‎

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore