
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam kongres di Bali, April lalu.
JawaPos.Com - Keputusan PDI Perjuangan membuka rekening resmi partai untuk menampung iuran kader dan sumbangan pihak lain diharapkan bukan sekadar upaya pencitraan. Karenanya, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu sudah seharusnya mengelola dana hasil iuran dan sumbangan secara serius dan transparan.
Menurut pegiat antikorupsi dari Transparency International Indonesia (TII), Teguh Setiono, keputusan PDIP membuka rekening resmi partai itu sebenarnya merupakan langkah maju. Namun, koordinator program democratic governance di TII itu juga wanti-wanti agar PDIP mau buka-bukaan tentang uang yang masuk, penyumbangnya, serta penggunannya.
"Dengan pembukaan nomor rekening itu harus dikasih tahu juga untuk apa dan dari mana penerimaan dana itu. Kita tak mengetahui dana untuk transaksi apa saja," katanya saat dihubungi, Jumat (23/10).
Teguh pun menyarankan agar PDIP tidak hanya membangun transparansi soal penerimaan dan penggunaan dana itu di tingkat pusat. Menurutnya, partai yang mengklaim sebagai penyalur aspirasi wong cilik itu juga harus menerapkan keterbukaan di tingkat daerah. “Kalau niatnya mau transparan jangan setengah-setengah,” pintanya.
Karenanya Teguh juga mengatakan, agar PDIP tidak dicap sedang membangun pencitraan melalui pembukaan rekening resmi penampung iuran, maka mau tidak mau harus mengepankan transparansi. hanya untuk pencitraan. Caranya adalah dengan mengedepankan transparansi. "Saya rasa ungkapan pencitraan akan terkounter jika PDIP melakukan dengan benar. Transparan menjelaskan siapa penerima dan pengirimannya," tuturnya.
Sebelumnya, tepat setahun usia pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Selasa lalu (20/10), PDIP meluncurkan dua rekening resmi penampung sumbangan. Yakni di BRI dengan nomor rekening 10-000-888-999 dan di BCA dengan nomor 206-888-999-1. Kedua rekening itu atas nama PDI Perjuangan.(ara/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
