Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2015 | 05.55 WIB

Buka Rakernas NasDem, Jokowi Panggil Surya Paloh dengan Sebutan Kakanda

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua Bappilu NasDem Enggartiasto Lukita dalam pembukaan rapat kerja nasional Partai NasDem di Jakarta, Senin (21/9) malam. - Image

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua Bappilu NasDem Enggartiasto Lukita dalam pembukaan rapat kerja nasional Partai NasDem di Jakarta, Senin (21/9) malam.

‎JawaPos.Com - Presiden Joko Widodo hadir pada pembukaan rapat kerja nasional (rakernas) Partai NasDem di Jakarta, Senin (21/9) malam. Jokowi -sapaannya- memang diundang untuk membuka rakernas partai pimpinan Surya Paloh itu.





Karenanya, Jokowi pun mendapat kesempatan untuk berpidato sekaligus memukul gong tanda pembukaan rakernas NasDem. Dalam pidatonya, Jokowi menyinggung tentang pentingnya ideologi bagi setiap pemimpin.



Namun, ada yang menarik saat politikus PDI Perjuangan berpidato. Beberapa kali ia menyebut nama Surya Paloh dengan sebutan kakanda.



Entah apa yang membuat Jokowi berkali-kali memanggil Surya dengan sebutan kakanda. Dalam bahasa Jawa, arti kakanda ini merujuk pada penghormatan kepada kakak.



Jokowi sudah menyebut Surya dengan panggilan kakanda sejak memulai pidatonya. Ada tiga kali Jokowi menyebut kakanda ke Surya.



‎"Yang saya hormati tuan rumah Ketua Umum Partai Nasdem Kakanda Bapak Surya Paloh," ujarnya yang langsung disambut tepuk riuh peserta rakernas.



Sebutan kakanda yang kedua ketika Jokowi menyinggung tagline gerakan perubahan yang diusung NasDem. “Negara kita butuh gerakan perubahan restorasi Indonesia. Seperti yang sudah disampaikan ketua umum Kakanda Surya Paloh," ucapnya.



Dan yang ketiga kalinya saat Jokowi berbicara mengenai kondisi perekonomian‎. "Seperti yang disampaikan ketua umum Kakanda Surya Paloh, negara kita sedang alami perlambatan ekonomi," tutur Jokowi.



Sedangkan Surya saat berpidato mengatakan, sejatinya stabilitas ekonomi tidak bisa berdiri sendiri. Sebab, ekonomi juga terkait dengan stabilitas politik. "Keduanya berkaitan erat seperti dua sisi mata uang yang bersimbiosis satu sama lain," ujarnya.



Karenanya dia juga meminta para kadernya memosisikan diri sebagai partai yang memberikan dukungan sepenuhnya untuk keberhasilan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. "Merasa amat perlu untuk ambil langkah strategis yang beri implikasi positif bagi keutuhan dan kepercayaan masyarakat yang terus menerus untuk jalannya pemerintah yang lebih efektif," jelasnya.



Surya melanjutkan, para kader NasDem harus bisa lebih dekat dan berkomunikasi dengan konstituen, serta harus menjelaskan kondisi objektif yang sebenarnya. "Pendekatan akal sehat untuk berpikir secara realistis," cetusnya.(rka/JPG)



Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore