
Pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto.
JawaPos.Com - Rencana tujuh proyek rehabilitasi dan pembangunan gedung baru di DPR terus menggulirkan polemik di masyarakat. Bahkan banyak pihak menyarankan Presiden Joko Widodo tak mudah memberikan persetujuan atas keinginan DPR merealisasikan proyek senilai Rp 1,6 Triliun itu.
Menurut pengamat politik Nico Harjanto, DPR harus lebih membuka diri sehingga program yang diusulkan dipahami pemerintah dan masyarakat. "Apakah program tersebut ada urgensinya, padahal kondisi ekonomi kita seperti ini," kata Nico usai menghadiri sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (22/8).
Nico pun mempertanyakan sikap ngotot anggota-anggota DPR agar proyek itu terlaksana. Menurutnya, rencana pembangunan tujuh proyek itu tidak serta-merta akan meningkatkan kinerja para anggota dewan.
"Hingga saat ini saja baru dua undang-undang yang mereka buat dari sekian puluh RUU. Tidak ada alasan bagi DPR untuk meminta fasilitas berlebihan," singgungnya.
Pengamat politik yang kini memimpin lembaga kajian Populi Center itu justru mencurigai keinginan DPR untuk merealisasikan proyek pembangunan kompleks parlemen itu tidak didasari motif untuk memperbaiki kinerja. Melainkan hanya menjadi tujuan jangka pendek bagi piha-pihak yang bermain di proyek itu. "DPR harus bisa menjelaskannya kepada publik," tandasnya.
Seperti diketahui, DPR merencanakan pembangunan tujuh proyek bernilai Rp 1,6 Triliun. Yaitu, pembangunan museum dan perpustakaan, alun-alun demokrasi, jalan akses bagi tamu ke gedung DPR, visitor center, pembangunan ruang pusat kajian legislasi, pembangunan ruang anggota dan tenaga ahli, serta integrasi kawasan tempat tinggal dan tempat kerja anggota DPR.(put/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
