
Capres nomor Ururt 01 Joko Widodo (Jokowi) saat didampingi oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
JawaPos.com - Belum lama ini beredar tabloid Indonesia Barokah di wilayah Jawa Barat, seperti Ciamis, Kuningan hingga Tasikmalaya. Peredaran media ini merebak mendekati masa kontestasi pemilu yang akan digelar pada April 2019 mendatang. Kasus ini kembali mengembalikan ingatan publik tentang tabloid Obor Rakyat.
Bedanya, jika Obor Rakyat pada 2014 lalu menyudutkan Joko Widodo dan sudah diperkarakan di meja hijau, sementara tabloid Indonesia Barokah dianggap menyudutkan paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mengenai hal ini, Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo, mengaku belum mengetahuinya.
“Ya enggak tahu. Saya belum pernah baca. Kalau baca baru nanti ngomong,” ungkapnya saat ditemui di Kota Bekasi, Jumat (25/1).
Calon presiden petahana ini mengaku harus membacanya terlebih dahulu untuk dapat menyimpulkan apakah isi dari tabloid tersebut sebuah kampanye hitam atau kampanye negatif. Atau, lanjutnya, tabloid itu berisikan fakta-fakta. “Saya cari sebentar lagi. Saya cari kalau sudah ketemu dan baca, baru komentar,” ungkapnya.
Diektahui, tabloid Obor Rakyat pada 2014 menuding Jokowi merupakan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan memberi edisi berjudul ‘Capres Boneka’ dan ‘1001 Topeng Pencitraan’, dalam tabloid Indonesia Barokah edisi Desember 2018 dipilih ‘Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?’ sebagai headline depan. Dalam laporan khususnya di rubrik Tabayun, ada artikel yang berjudul ‘Obor Rakyat, Asal Usul Fitnah Jokowi&Antek Asing’.
JawaPos.com berhasil mendapatkan tabloid Indonesia Barokah versi digital, dalam tabloid itu disinggung pula laporan khusus tentang majalah Obor Rakyat. Selanjutnya, ada juga laporan utama yang disajikan dengan judul ‘Prabowo Marah Media Dibelah’.
Dalam edisi yang sama itu pula ada liputan khusus yang berjudul ‘Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik?” dengan foto 4 publik figur yaitu Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto.
Namun, tabloid yang terdiri dari 16 halaman itu mayoritas mengutip dari berita-berita yang sudah tayang di media online dan cetak sebelumnya. Meski ada juga beberapa rubrik opini yang ditulis tanpa melansir berita media lain.
Atas dasar ini, kubu Prabowo-Sandi merasa disudutkan. Buntutnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi hari ini, Jumat (25/1) melaporkan tabloid Indonesia Barokah ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Mereka menganggap tabloid ini berisikan materi kampanye hitam karena tendensius dan tidak sesuai fakta.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
