Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2017 | 07.32 WIB

Ketua Fraksi PKS: Sejak Kelahirannya, Islam Tak Lepas dari Politik

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini saat menjadi Keynote Speaker dan membuka acara Seminar Internasional Tentang Politik Islam Dunia di UIN Banten - Image

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini saat menjadi Keynote Speaker dan membuka acara Seminar Internasional Tentang Politik Islam Dunia di UIN Banten

JawaPos.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mendorong para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk terus mengembangkan dimensi keilmuan politik Islam. Hal ini karena ajarannya mengatur seluruh aspek kehidupan, apalagi politik sebagai sistem bernegara.


“Karena Islam secara doktrinal mempunyai visi Rahmatan lil alamin yang menghendaki keteraturan tatanan dunia dan peradaban atas dasar kemaslahatan dan kemajuan umat manusia," ujar Jazuli saat didaulat untuk menjadi Keynote Speaker dan membuka acara Seminar Internasional Tentang Politik Islam Dunia yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten di Aula Sjadzali Hasan, Selasa (21/11).


Tampil sebagai narasumber praktisi dan akademisi politik Islam dari sejumlah negara yaitu Otman Milad el Talis (Libya), Abad Umar (Mesir), Mahmud Hussein (Pakistan), Solenn Hus (Perancis) dan Arya Sandi Yudha (Indonesia). 


Dalam sambutanya Jazuli juga mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang menghadirkan pembicara internasional itu, sehingga bisa saling bertukar pikiran dan gagasan tentang politik Islam dunia yang terjadi saat ini.


"Tukar pikiran di antara akademisi dan praktisi dunia akan mengembangkan wawasan keilmuan khususnya terhadap politik Islam sehingga kita makin kaya prespektif baik dalam dimensi teoritik maupun praktek politik Islam," terang Jazuli.


Anggota Komisi I DPR in juga mengutip pernyataan ilmuan besar Ibnu Khaldun yang mengatakan bahwa dalam Islam berpolitik adalah sarana menuju keteraturan dan cara menuju peradaban. 


“Dengan demikian, politik Islam tidak boleh dipahami hanya sebagai kekuatan perjuangan atau perebutan kekuasaan saja, sebagaimana yang ada di buku-buku politik umum,” paparnya.


Dijelaskan Jazuli, politik itu melekat dalam ajaran Islam. Maka dalam khasanah keislaman dikenal fiqhu siyasah. Bahkan dalam sejarah Islam sendiri sejak kelahirannya tidak dapat dilepaskan dari politik. 


“Rasulullah Muhammad SAW beliau adalah pemimpin agama dan negara. Beliau selain menjaga agama sekaligus mengatur negara bahkan dunia. Peran ini kemudian dilanjutkan oleh Khulafa ar-Rasyidun," terang Anggota DPR Dapil Banten ini.


Karena itu, dirinya mengajak pada semua elemen umat Islam untuk bertanggung jawab menampilkan politik Islam yang benar-benar sesuai dengan samangat visi Islam yang rahmatan lil alamin


“Sudah saatnya basis ilmiah tentang politik Islam harus terus dikembangkan dan diperkuat dengan penggalian dan penelitian atas sumber-sumber otentik dan sejarah Islam,” pungkas Jazuli. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore