
Skuad Prancis merayakan kesuksesan mereka meraih trofi Piala Dunia kedua sepanjang sejarah.
JawaPos.com - Ada harapan besar ketika akan menyaksikan sebuah pertandingan final. Apalagi final Piala Dunia. Harapan mendapat tontonan menarik, dramatis, dan bakal dikenang dalam waktu lama.
Harapan ini sempat muncul saat menyaksikan Prancis dan Kroasia tak berusaha bermain bertahan sambil menunggu kelengahan lawan untuk menyerang. Kedua tim bermain terbuka sejak menit pertama pertandingan.
Babak Pertama
Melewati 5 menit pertama, Kroasia tampak yang lebih agresif dalam merancang serangan. Pressure yang dilakukan Kroasia mampu sedikit meredam determinasi skuad Prancis yang kuat dalam penguasaan bola.
Kondisi ini masih tetap bertahan setidaknya sampai 5 menit kemudian. Skuad Kroasia tak memberi celah bagi para pemain Les Bleus untuk banyak memainkan bola. Ketika ada pemain Prancis yang menguasai bola maka pasti ada minimal 2 pemain yang mengawal dan melakukan tekanan. Bahkan tak segan melakukan pelanggaran untuk menghentikan aliran bola Prancis.
Permainan Prancis mulai bisa berkembang setelah mendekati separuh babak pertama. Ditandai dengan sebuah pelanggaran yang dilakukan pemain Kroasia di sisi kiri wilayah pertahanan mereka. Situasi ini memberi peluang Prancis untuk menyerang dengan menggunakan keuntungan set pieces.
Dan memang, Prancis bisa mencetak gol melalui situasi set pieces tersebut. Umpan Antoine Griezman disambut dengan baik oleh sebuah sundulan. Namun, bukan sundulan pemain Prancis, tapi sundulan striker Kroasia Mario Mandzukic.
Gol ini membuat Kroasia makin beringas. Serangan bertubi-tubi pun dilancarkan Luka Modric dan kolega. Hasilnya didapat 10 menit kemudian.
Mendapat serangan gencar, pertahanan Prancis lengah. Bola umpan set pieces dari sisi kanan jatuh ke hadapan Ivan Perisic. Sempat mengontrol ke kaki kanan, Perisic melakukan tendangan kaki kiri yang tak mampu dihentikan Hugo Lloris.
Tensi dan tempo pertandingan pun makin meningkat. Situasi menjadi lebih menarik. Prancis pun sudah lebih panas dan mampu balik menekan Kroasia. Sebuah serangan yang mampu membuahkan penalti bagi Prancis.
Penalti ini merupakan hasil pengamatan wasit Nestor Pitana setelah melihat rekaman VAR. Griezmann tak membiarkan peluang tersia-sia. Sepakan kaki kirinya mengecoh Subasic dan membuat Prancis kembali unggul 2-1.
Babak Kedua
Prancis tampil sedikit berbeda di awal babak kedua. Mereka berusaha bermain lebih agresif dibanding babak pertama. Skuad Les Bleus tampaknya tak ingin banyak ditekan seperti yang dialami di babak pertama.
Sialnya, Kroasia tak berubah. Mereka tetap agresif dan penuh spirit untuk meraih kemenangan. Pressure ketat terus mereka lakukan ketika pemain Prancis berusaha menguasai bola. Hingga akhirnya sebuah tendangan terarah membuat Hugo Lloris harus melompat dan melakukan tips untuk menyelamatkan gawangnya.
Di sela-sela tekanan Kroasia, Prancis sempat mendapat peluang melalui sebuah serangan balik. Mengandalkan kecepatannya, Kylian Mbappe sukses mendahului pergerakan Vida. Sayang sepakannya masih bisa dimentahkan Subasic.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
