
Momen emas Jordan Picford saat menepis tendangan penalti Carlos Bacca dengan tangan kirinya.
JawaPos.com - Tidak ada kesuksesan tanpa persiapan. Inggris mampu melaju ke babak perempat final berkat menang di adu penalti, Rabu (4/6) dini hari tadi. The Three Lions menang 4-3 dalam adu penalti atas Kolombia dan akan bertemu Swedia di perempat final Piala Dunia 2018.
Kemenangan di adu penalti ini bukan kebetulan semata. Para penyerang Inggris sudah berlatih secara khusus menghadapi babak krusial ini. Bahkan striker Harry Kane pernah mengungkapkan punya porsi latihan khusus menendang penalti setiap sesi latihan.
Sama halnya dengan kiper Jordan Pickford. Dia juga secara khusus mempelajari para penggawa Kolombia yang biasa menjadi eksekutor dalam adu penalti. Hasilnya, hanya satu pemain yang melakukan arah tendangan berbeda dengan yang biasa dilakukan sebelumnya.
"Kami telah melakukan riset terhadap para penendang penalti Kolombia dengan bantuan analisis dari staf (pelatih). Falcao menjadi satu-satunya pemain yang tidak melakukan tendangan seperti biasanya," ungkap Picford seperti dikutip Squawka.
Dari 5 penendang penalti Kolombia, 3 eksekutor pertama gagal diadang Pickford. Namun, kecuali tendangan Falcao, Pickford bergerak ke arah yang sama dengan tendangan Cuadrado dan Muriel. Sayang, kiper utama Everton ini masih belum bisa menepis 3 tendangan tersebut.
Kegagalan Mateus Uribe sebagai eksekutor ke-4 membuat keyakinan Pickford meningkat. Dia pun bisa menepis tendangan Carlos Bacca yang menjadi penendang terakhir Kolombia. Kemenangan Inggris dipastikan melalui tendangan Eric Dier yang menjadi eksekutor ke-5.
Kesuksesannya di babak adu penalti membuat Pickford menjadi kiper Inggris kedua yang mampu menepis penalti di Piala Dunia. Sebelumnya, hanya David Seaman yang mampu menepis tendangan striker Argentina, Hernan Crespo di Piala Dunia 1998.
Pickford pun memastikan Inggris meraih kemenangan perdana dalam adu penalti di Piala Dunia. Sekaligus membalas sindiran kiper Belgia, Thibaut Courtois, yang menilai tubuhnya kurang ideal sebagai kiper.
"Saya hanya bersiap, dan bereaksi dengan sepenuh tenaga. Dan saya punya power dan kelincahan. Saya tidak peduli kalau saya bukanlah kiper terbesar, tapi saya punya kekuatan dan kelincahan untuk menolong kami melaju ke babak berikutnya," tutup Pickford.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022