Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2023 | 19.12 WIB

Ibarat Mitologi Yunani Soal 12 Pekerjaan Hercules, Berikut Upaya Kaledonia Baru Mengguncang Piala Dunia U-17

Timnas Kaledonia Baru U-17 dalam persiapan menghadapi Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. (fifa.com) - Image

Timnas Kaledonia Baru U-17 dalam persiapan menghadapi Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. (fifa.com)

JawaPos.com – Kaledonia Baru bersiap ambil bagian dalam Piala Dunia U-17 2023 untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka. Tim underdog yang dilatih oleh Leonardo Lopez itu akan berlaga di Grup C mulai 10 November.

Di kesempatan kali ini, mereka mengusung misi layaknya Hercules mengemban 12 pekerjaan. Itu merupakan salah satu kisah paling terkenal dalam mitologi Yunani.

Dalam kisah yang tak terlupakan itu, Hercules dikirim dalam misi berbahaya yang berhasil dia capai melalui kekuatan dan keberaniannya yang tak tergoyahkan.

Di Piala Dunia U-17, kecil kemungkinannya akan ada pembicaraan tentang mitologi, karena perwakilan OFC ini bertujuan untuk menciptakan legenda mereka sendiri, tetapi kekuatan dan keberanian tentu saja akan menjadi prasyaratnya.

Jika tujuan Lopez di Indonesia dapat diringkas melalui 12 “pekerjaan”, akan seperti apa tujuan tersebut? Orang Prancis itu duduk bersama FIFA untuk memeriksa daftarnya.

  1. Kibarkan bendera Kaledonia Baru

Lopez menyatakannya dengan lantang dan jelas: dia ingin “memanfaatkan tim U-17 secara maksimal, dan yang lebih penting, memperlakukan pengalaman ini sebagai proses pembelajaran”. Turnamen di Indonesia adalah kesempatan unik bagi pesepak bola Kaledonia Baru generasi 2006 untuk menunjukkan kepada seluruh dunia apa yang bisa mereka lakukan.

“Mereka ingin mewakili tanah air sebaik mungkin,” tambah pria berusia 42 tahun yang menjunjung tinggi kualitas pemain nusantara. “Ada banyak sekali talenta di wilayah Pasifik ini, dan standarnya mulai membaik.”

Karena itu, tugas pertama adalah menahan tekanan dari turnamen besar sehingga pertandingan dapat menjadi ajang pamer bagi tim yang berkembang pesat.

  1. Tutup celahnya

Jika ada satu perbedaan besar antara apa yang harus dihadapi sebagian besar pemain setiap akhir pekan dan Piala Dunia U-17, itu adalah kaliber lawan yang biasanya mereka hadapi. “Kami biasanya mencoba memaksakan permainan kami di wilayah kami, namun ini akan menjadi sebuah kemajuan yang signifikan,” kata Lopez. “Pada Turnamen Montaigu U-16 tahun ini, kami sedikit merasakan apa yang akan terjadi di Piala Dunia U-17. Kami telah bekerja keras; kami ingin membuat sebanyak mungkin hal yang kami bisa.”

  1. Biarkan Wadria Hanye bersinar

Skuad Kaledonia Baru memiliki banyak pemain berbakat, tidak terkecuali Wadria Hanye. Sangat dihormati oleh pelatihnya, yang menggambarkannya sebagai sosok yang “luar biasa”. Bek muda ini mungkin hanya kekurangan satu atribut yang dapat meningkatkan permainannya: kepercayaan diri. “Dia sangat rendah hati dan lebih pendiam dibandingkan yang lain – dia tidak suka menjadi pusat perhatian!” jelas mantan kiper Toulon itu. “Yang dia kurang hanyalah kemampuan memotivasi dan mengatur pasukannya.”

Namun, Lopez yakin dengan membantu Hanye untuk lebih mengekspresikan dirinya, dia akan mampu meningkatkan level skuad secara keseluruhan.

  1. Menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan

Saat membahas skuadnya, pelatih asli Bordeaux itu tak lambat mengutarakan kualitas kemanusiaan para pemainnya. “Anda akan melihat bahwa tim saya sangat terpelajar,” katanya. “Pemikiran mereka luar biasa, karena mereka sangat berbudaya dan berprestasi. Anda benar-benar merasakan kemurnian dari mereka.”

Sifat-sifat itulah yang diharapkan sang pelatih untuk digabungkan dengan keinginan untuk saling bertarung di lapangan, demi menciptakan perpaduan sepak bola yang eksplosif dan penuh kemenangan.

  1. Mendorong Ronald Nganyane untuk memimpin dengan memberi contoh

Lopez tentu menaruh harapan besar pada salah satu pemain kuncinya, yakni Ronald Nganyane. Berbeda dengan Hanye, bek Paita FC ini menjadi motor penggerak skuad, dan dia bersama rekan senegaranya Simon Ue diharapkan bisa memberikan dukungan mental kepada rekan-rekan satu timnya di Indonesia. “Dialah yang menghidupkan pesta – ketika kami berada di Montaigu, Malaysia, atau Estonia, kami dapat melihat bagaimana para pemain berperilaku sebagai bagian dari sebuah grup,” katanya. “Ronald benar-benar mendapatkan tempatnya karena dia adalah anggota skuad yang penting dan berharga.”

Secara khusus, kemampuan Nganyane untuk membantu menjaga ketenangan orang lain selama situasi sulit akan menjadi hal yang krusial dalam turnamen ini.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore