Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juli 2026 | 11.50 WIB

Piala Dunia 2026 Cetak Sejarah, Empat Besar Ranking FIFA Lolos ke Semifinal

Timnas Inggris tantang Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Piala Dunia 2026 mencatat sejarah dengan lolosnya Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris, empat besar Ranking FIFA, ke semifinal.(Instagram @anthonygordon) - Image

Timnas Inggris tantang Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Piala Dunia 2026 mencatat sejarah dengan lolosnya Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris, empat besar Ranking FIFA, ke semifinal.(Instagram @anthonygordon)

JawaPos.com - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, empat tim penghuni empat besar Ranking FIFA lolos bersamaan ke semifinal Piala Dunia. Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris mencatatkan sejarah tersebut pada Piala Dunia 2026.

Catatan menarik lainnya, ini juga menjadi semifinal Piala Dunia pertama sejak 1990 yang seluruh pesertanya pernah mengangkat trofi juara. Prancis akan menghadapi Spanyol di Arlington, sedangkan Argentina ditantang Inggris di Atlanta.

Di antara keempat semifinalis, Argentina menjadi tim tersukses dengan tiga gelar juara (1978, 1986, 2022). Prancis menyusul dengan dua gelar (1998, 2018), sementara Inggris dan Spanyol masing-masing mengoleksi satu gelar, yakni pada 1966 dan 2010. Total, keempat negara tersebut telah mengumpulkan tujuh trofi Piala Dunia.

Sesuai Skenario Awal

Komposisi semifinal ideal itu tidak sepenuhnya lahir secara kebetulan. Pada Piala Dunia 2026, FIFA untuk pertama kalinya menerapkan prosedur undian baru dengan menempatkan empat tim berperingkat tertinggi di jalur fase gugur yang berbeda.

Menurut FIFA, skema tersebut dibuat untuk menjaga competitive balance atau keseimbangan kompetisi. Dengan demikian, apabila sama-sama menjadi juara grup, dua tim berperingkat teratas dunia dipastikan tidak akan saling bertemu sebelum final. Sementara itu, empat unggulan teratas baru berpotensi saling berhadapan mulai babak semifinal.

Jalan Menuju Semifinal Tetap Tidak Mudah

Meski demikian, skema tersebut tidak menjamin tim-tim unggulan melaju dengan mulus. Spanyol, misalnya. Mereka harus menunggu gol penentu pada menit-menit akhir untuk mengalahkan Portugal di babak 16 besar dan Belgia pada perempat final.

Argentina juga dua kali dipaksa bermain hingga babak perpanjangan waktu saat menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar dan Swiss di perempat final. Bahkan, La Albiceleste—julukan Argentina—sempat tertinggal dua gol sebelum bangkit mengalahkan Mesir.

Sementara itu, Inggris sempat tertinggal saat menghadapi RD Kongo sebelum menyingkirkan tuan rumah Meksiko dan Norwegia.

Di sisi lain, Prancis menjadi satu-satunya semifinalis yang melaju relatif mulus. Les Bleus—julukan Prancis—bahkan belum kebobolan dalam tiga pertandingan fase gugur menghadapi Paraguay, Swedia, dan Maroko.

Ketatnya persaingan itu sebenarnya sudah diprediksi sejak awal. Pelatih Argentina Lionel Scaloni menilai tidak ada satu pun tim yang benar-benar lebih unggul dibanding peserta lainnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore