Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Juli 2026 | 14.01 WIB

Jude Bellingham Layak Dipanggil “Unc”, Tampil Makin Dewasa saat Timnas Inggris Singkirkan Norwegia

Jude Bellingham mencetak brace untuk membawa Inggris menaklukkan Norwegia 2-1 setelah extra time dan lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. (Instagram @england) - Image

Jude Bellingham mencetak brace untuk membawa Inggris menaklukkan Norwegia 2-1 setelah extra time dan lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. (Instagram @england)

JawaPos.com - “Hey Jude…” menggema di Hard Rock Stadium, Minggu (12/7). Lebih dari 30 ribu pendukung Inggris menyanyikan lagu legendaris The Beatles itu ketika pertandingan memasuki menit ke-106. Bukan tanpa alasan. Beberapa detik sebelumnya, Jude Bellingham kembali menjadi penyelamat The Three Lions.

Dua gol gelandang Real Madrid tersebut pada menit ke-45+2 dan 93 membawa Inggris membalikkan keadaan untuk mengalahkan Norwegia 2-1. Hasil itu sekaligus mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026, yang menjadi penampilan keempat Inggris di empat besar setelah edisi 1966, 1990, dan 2018.

Brace tersebut juga mengukir sejarah. Bellingham menjadi pemain pertama sejak Diego Maradona di Piala Dunia 1986 yang mencatat dua brace secara beruntun di fase gugur. Pada usia 23 tahun 12 hari, dia juga menjadi pemain termuda kedua yang menorehkan catatan itu setelah Pele yang melakukannya pada usia 17 tahun 249 hari di Piala Dunia 1958.

Mulai Dipanggil "Unc"

Meski baru berusia 23 tahun, Bellingham sudah diperlakukan layaknya pemain senior di skuad Inggris. Seperti dilaporkan The Athletic, julukan "Unc" atau uncle (paman) diberikan oleh dua rekan setimnya, Morgan Rogers dan Jordan Henderson. Dalam bahasa slang, "Unc" digunakan untuk menyebut sosok yang lebih tua, dihormati, dan menjadi panutan.

Julukan itu muncul bukan tanpa alasan. Bellingham dinilai jauh lebih dewasa dibanding beberapa tahun lalu. Seusai menyingkirkan Meksiko, misalnya, dia menghampiri wonderkid Gilberto Mora untuk bertukar jersey sekaligus memberikan semangat. Di kesempatan lain, dia juga menyempatkan diri berbicara dalam bahasa Spanyol kepada seorang jurnalis disabilitas asal Venezuela.

Sikap tersebut berbeda dibanding saat Euro 2024. Ketika itu Bellingham dianggap terlalu emosional dan tertutup. Kini, dia justru lebih sering menonjolkan kerja keras tim daripada membahas dirinya sendiri.

"Sulit di luar sana. Ini pertandingan yang berat. Semua pemain sedang bekerja keras. Jadi pikiran dan apresiasi saya ditujukan kepada para pemain yang tampil baik di luar sana," kata Bellingham, dikutip Reuters, setelah terpilih sebagai Man of the Match.

Baca Juga:Harry Kane Main Golf Bareng Donald Trump, Kapten Inggris Puji Permainan Presiden Amerika Serikat

Beda Pendapat dengan Tuchel

Kedewasaan Bellingham juga terlihat dari caranya menyampaikan pandangan, termasuk ketika berbeda pendapat dengan pelatih Thomas Tuchel.

Meski Inggris lolos ke semifinal, Tuchel tetap mengkritik penampilan timnya.

"Hasilnya fantastis karena kami berada di empat besar. Tetapi saya tidak senang dengan performa kami. Kami terlalu ceroboh, terlalu banyak melakukan kesalahan teknis, tidak cukup cepat, dan kami beruntung hari ini," ujar Tuchel.

Bellingham tidak sepenuhnya sepakat.

"Ya... terserah. Terserah," jawab Bellingham saat merespons kritik Tuchel.

Dia menilai pelatih asal Jerman itu mungkin kurang memahami sulitnya menghadapi kualitas pemain Norwegia.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore