Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 19.03 WIB

Timnas Amerika Serikat Tersingkir di Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Juara di Negeri Sendiri Masih Jadi Fenomena Langka

Timnas Amerika Serikat kalah dari Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (FIFA) - Image

Timnas Amerika Serikat kalah dari Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (FIFA)

JawaPos.com - Tiga tim tuan rumah kompak berguguran di Piala Dunia 2026. Negara tuan rumah Piala Dunia yang berakhir manis dengan gelar juara masih menjadi fenomena yang amat langka menyusul pamitnya timnas Amerika Serikat dari Piala Dunia edisi kali ini.

Timnas Amerika Serikat menjadi tim tuan rumah terakhir yang gugur dari Piala Dunia 2026. Kepastian ini didapat seusai tim berjuluk The Yanks itu dicukur Belgia dengan skor telak 1-4, Selasa (7/7).

Sebelumnya, tuan rumah lain yakni Kanada dan Meksiko sudah lebih dulu menelan pil pahit. Kanada disingkirkan Maroko dengan skor telak 0-3, sedangkan Meksiko juga dihentikan Inggris dengan skor tipis 2-3 pada babak 16 besar yang berlangsung pada Senin (6/7) pagi WIB.

Hal ini mempertahankan kutukan bagi tuan rumah di Piala Dunia. Pasalnya, belum ada tim yang berhasil juara Piala Dunia di negeri sendiri dalam kurun 28 tahun terakhir.

Prancis menjadi tim tuan rumah terakhir yang berhasil menjuarai Piala Dunia. Kala menjadi tuan rumah pada edisi 1998, Thiery Henry dan kolega keluar sebagai kampiun usai membabat Brasil tiga gol tanpa balas di partai final.

Selain itu, hanya ada lima tim tuan rumah lain yang berhasil menjadi juara. Lima tim tersebut meliputi Uruguay pada edisi perdana 1930, Italia pada 1934, Inggris pada 1966, Jerman Barat pada 1974 dan Argentina pada 1978.

Sejatinya, trio Amerika Utara pada edisi kali ini berpeluang besar mengakhiri kutukan tersebut. Format baru Piala Dunia yang melibatkan lebih banyak tim membuka peluang lebih lebar bagi mereka untuk mencabut kutukan yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade itu.

Namun apa daya, status tuan rumah memang bak pisau bermata dua. Mereka tidak perlu beradaptasi dan tidak harus menempuh penerbangan yang memakan waktu belasan jam seperti tim-tim lain.

Selain itu, dukungan publik sendiri juga menjadi suntikan motivasi bagi para tim tuan rumah. Namun di sisi lainnya, dukungan tersebut bisa menjadi petaka.

Riuh suporter di seluruh penjuru negeri bisa menjadi tekanan mental. Alhasil, ekspektasi publik yang membumbung tinggi menjadi bumerang bagi tim yang berlaga.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore