Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 14.17 WIB

Presiden FIFA Gianni Infantino Buka Suara Soal Polemik Folarin Balogun, Tegaskan Tak Ada Intervensi Donald Trump

Donald Trump (kiri) putuskan pelonggaran visa bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026. (Instagram/@gianni_infantino) - Image

Donald Trump (kiri) putuskan pelonggaran visa bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026. (Instagram/@gianni_infantino)

JawaPos.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya buka suara terkait polemik penangguhan hukuman penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Dia mengeaskan bahwa keputusan tersebut diambil tanpa adanya intervensi dari pihak tertentu, dalam hal ini Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

FIFA membuat keputusan kontroversial menjelang duel babak 16 besar antara Amerika Serikat vs Belgia di Stadion Seattle pada Selasa (7/7). Dalam laga tersebut, Balogun seharusnya tidak bisa main karena mendapatkan kartu merah pada laga melawan Bosnia Herzegovina di babak 32 besar.

FIFA memutuskan untuk menangguhkan hukuman tersebut, dan hasilnya Balogun bisa bermain melawan Belgia. FIFA menangguhkan sementara hukuman kartu merah sang pemain berdasarkan aturan yang tercantum dalam Pasal 27, di mana penangguhan itu berlaku satu tahun dan bisa aktif selama kurun waktu itu jika sang pemain melakukan kesalahan serupa.

Keputusan kontroversial ini menjadi sorotan tajam. Terlebih, keputusan yang diambil FIFA seolah membuat tuan rumah untung karena striker andalannya bisa main di laga krusial. Namun demikain, Infantino menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil oleh badan yudisial FIFA yang bekerja independen tanpa adanya campur tangan dari pihak luar.

"Saya telah melihat berbagai komentar publik mengenai keputusan Komite Disiplin FIFA yang independen terkait hukuman skorsing terhadap Folarin Balogun. Saya ingin kembali menegaskan satu prinsip mendasar dalam tata kelola FIFA,” kata Infantino dalam keterangannya, dikutip darii akun X FIFA Media @fifamedia, Selasa (7/7/2026).

“Badan-badan yudisial FIFA bersifat independen. Mereka bekerja secara otonom, menerapkan Kode Disiplin FIFA, dan memutuskan setiap perkara berdasarkan regulasi yang berlaku serta fakta-fakta yang ada. Independensi mereka merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati,” sambungnya.

Keputusan FIFA tersebut disinyalir karena adanya campur tangan Trump. Sebab, Presiden Amerika Serikat itu menelepon langsung Infantino sebelum FIFA memutuskan untuk menangguhkan hukuman Balogun. Trump meminta kepada induk sepak bola dunia itu untuk meninjau kembali kartu merah yang ditujukan kepada pemainnya.

Infantino sendiri tak membantah bahwa dirinya menerima panggilan dari Trump. Namun, ia membantah narasi yang menuding hukuman ditangguhkan karena adanya intervensi pihak luar. Pria berkepala plontos itu menjelaskan, sebelum Trump menelepon, FIFA telah lebih dulu melakukan investigasi terkait hukuman Balogun.

“Benar, saya secara rutin membahas berbagai hal terkait Piala Dunia FIFA dengan Presiden Amerika Serikat. Dalam kasus ini, saya juga menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya kerap menerima panggilan dari kepala negara, pejabat pemerintahan, pemangku kepentingan sepak bola, hingga para pelaku bisnis dari berbagai belahan dunia mengenai beragam persoalan. Dalam percakapan tersebut, saya menjelaskan bahwa sedang berlangsung proses hukum yang ditangani oleh badan yudisial independen FIFA, dan kasus itu akan diputuskan pada waktunya oleh pihak yang berwenang. Begitulah sistem FIFA bekerja, dan prinsip itulah yang akan selalu saya junjung tinggi,” terang Infantino.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore