
Bek timnas Portugal Renato Veiga punya kisah kehidupan unik di luar sepak bola. (Istimewa)
JawaPos.com - Nama Renato Veiga kembali menjadi perhatian pecinta sepak bola setelah penampilannya bersama Timnas Portugal dalam laga Piala Dunia 2026. Bek berusia 22 tahun itu menjadi salah satu pemain yang banyak diperbincangkan, bukan hanya karena aksinya di lapangan, tetapi juga kisah kehidupannya yang unik di luar sepak bola.
Dalam pertandingan piala dunia terbaru timnas Portugal, Renato Veiga sempat menjadi sorotan usai terlibat dalam momen yang berujung hadiah penalti bagi lawan. Meski demikian, perhatian publik kemudian beralih kepada latar belakang kehidupan sang pemain yang ternyata memiliki cerita cukup menarik.
Renato Veiga lahir di Lisbon, Portugal, pada 29 Juli 2003. Meski lahir di Portugal dan memiliki darah Tanjung Verde dari keluarganya, masa kecil Veiga tidak sepenuhnya dihabiskan di negara asalnya.
Baca Juga:Begini Cara Teknologi Bola Piala Dunia 2026 Membatalkan Gol Kroasia ke Gawang Timnas Portugal
Saat masih kecil, dia tinggal di Kota Marrakech, Maroko. Di kota tersebut, Veiga menghabiskan beberapa tahun penting dalam masa pertumbuhan sebelum kembali melanjutkan pendidikan sepak bola di Portugal.
Pengalaman hidup di Maroko membuat Renato Veiga terbiasa berinteraksi dengan masyarakat setempat. Dia bahkan dikenal mampu berbicara bahasa Arab dengan aksen Maroko karena telah lama tinggal dan bergaul dengan lingkungan sekitar.
Tak hanya itu, berbagai sumber juga menyebut Veiga kemudian memeluk agama Islam setelah tumbuh dan besar di tengah mayoritas masyarakat Muslim di Maroko. Keputusan tersebut bukan berasal dari latar belakang keluarga, melainkan dari lingkungan tempat ia dibesarkan sejak usia dini.
Kisah tersebut membuat banyak penggemar sepak bola merasa kagum. Di media sosial, sejumlah foto Renato Veiga yang sedang melakukan sujud syukur setelah pertandingan kembali beredar luas dan mendapat banyak respons positif dari para penggemar.
Bagi sebagian pendukung Portugal maupun pencinta sepak bola dunia, momen tersebut menjadi bentuk rasa syukur yang ditunjukkan Veiga setelah timnya meraih hasil positif. Di luar kisah kehidupannya, Veiga juga terus berkembang sebagai salah satu bek muda berbakat Portugal.
Kariernya dimulai dari akademi sepak bola di Maroko sebelum kembali bergabung dengan akademi Sporting CP. Setelah itu, ia sempat memperkuat beberapa klub Eropa seperti FC Basel, Chelsea, Juventus sebagai pemain pinjaman, hingga akhirnya bergabung dengan Villarreal.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
