
Jesse Marsch akui kekuatan Afrika Selatan jelang duel di Babak Penyisihan Grup. (@CANMNT_Official/X).
JawaPos.com - Tim nasional Kanada bersiap menghadapi ujian berat saat bertemu Afrika Selatan pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (29/6) di SoFi Stadium, Inglewood, California. Pelatih Timnas Kanada Jesse Marsch menilai Afrika Selatan sebagai lawan yang tidak bisa diremehkan, terutama setelah penampilan impresif mereka di fase grup.
Afrika Selatan mencuri perhatian sebagai salah satu tim kejutan di turnamen itu. Mereka sukses mengalahkan Korea Selatan dengan skor 1-0 lewat gol Thapelo Maseko di babak kedua, setelah sebelumnya mampu menahan permainan lawan dengan solid. Hasil itu pun memastikan Bafana Bafana finis sebagai runner up Grup A di bawah Meksiko.
Hasil itu sekaligus menandai keberhasilan mereka lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah, setelah gagal pada edisi 1998, 2002, dan 2010.
Sementara itu, Kanada juga melaju ke fase knockout sebagai peringkat kedua Grup B. Namun, mereka harus menelan kekalahan 1-2 dari Swiss pada laga terakhir fase grup di Vancouver. Gol Ruben Vargas dan Johan Manzambi memastikan kemenangan Swiss, meski Kanada sempat memperkecil ketertinggalan lewat Promise David.
Jesse Marsch pun mengaku terkesan dengan performa Afrika Selatan, terutama saat menghadapi Korea Selatan. Menurutnya, banyak pihak sebelumnya memprediksi Korea Selatan akan mendominasi, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.
Marsch menilai Afrika Selatan sebagai tim yang kuat secara fisik dan rasa percaya diri mereka yang sedang meningkat. Marsch juga menambahkan bahwa performa Afrika Selatan terus membaik sepanjang pertandingan dan pantas meraih kemenangan.
“Apa yang Anda lihat pada tim Afrika Selatan adalah tim yang mengandalkan kekuatan fisik, sangat atletis saat bermain di ruang terbuka, dan saat ini memiliki keyakinan tinggi terhadap apa yang mereka lakukan,” kata Marsch dikutip dari ESPN.
Kanada pun tercatat sebagai tuan rumah Piala Dunia pertama yang harus memainkan laga di luar wilayah negaranya. Berbeda dengan Jepang dan Korea Selatan pada 2002 yang tetap bermain di negara masing-masing, Kanada harus bertandang ke Amerika Serikat.
Sementara itu, dua tuan rumah lainnya, Amerika Serikat dan Meksiko, tetap bermain di negara sendiri setelah memenangi grup mereka.
“Tentu saja, kami ingin tetap berada di Kanada, bermain di hadapan para penggemar, dan memanfaatkan energi mereka. Namun, hal itu juga memberikan beban mental yang besar bagi tim kami. Berada di tengah kota dan dikelilingi orang-orang di sekitar hotel, situasinya jadi agak riuh dan kacau,” kata Marsch.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
