Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 14.44 WIB

Kanada vs Afrika Selatan: Tuan Rumah Main Tandang, Jesse Marsch Tak Ingin Remehkan Bafana-Bafana

Jesse Marsch akui kekuatan Afrika Selatan jelang duel di Babak Penyisihan Grup. (@CANMNT_Official/X). - Image

Jesse Marsch akui kekuatan Afrika Selatan jelang duel di Babak Penyisihan Grup. (@CANMNT_Official/X).

JawaPos.com - Tim nasional Kanada bersiap menghadapi ujian berat saat bertemu Afrika Selatan pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (29/6) di SoFi Stadium, Inglewood, California. Pelatih Timnas Kanada Jesse Marsch menilai Afrika Selatan sebagai lawan yang tidak bisa diremehkan, terutama setelah penampilan impresif mereka di fase grup.

Afrika Selatan mencuri perhatian sebagai salah satu tim kejutan di turnamen itu. Mereka sukses mengalahkan Korea Selatan dengan skor 1-0 lewat gol Thapelo Maseko di babak kedua, setelah sebelumnya mampu menahan permainan lawan dengan solid. Hasil itu pun memastikan Bafana Bafana finis sebagai runner up Grup A di bawah Meksiko.

Hasil itu sekaligus menandai keberhasilan mereka lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah, setelah gagal pada edisi 1998, 2002, dan 2010.

Sementara itu, Kanada juga melaju ke fase knockout sebagai peringkat kedua Grup B. Namun, mereka harus menelan kekalahan 1-2 dari Swiss pada laga terakhir fase grup di Vancouver. Gol Ruben Vargas dan Johan Manzambi memastikan kemenangan Swiss, meski Kanada sempat memperkecil ketertinggalan lewat Promise David.

Jesse Marsch pun mengaku terkesan dengan performa Afrika Selatan, terutama saat menghadapi Korea Selatan. Menurutnya, banyak pihak sebelumnya memprediksi Korea Selatan akan mendominasi, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

Marsch menilai Afrika Selatan sebagai tim yang kuat secara fisik dan rasa percaya diri mereka yang sedang meningkat. Marsch juga menambahkan bahwa performa Afrika Selatan terus membaik sepanjang pertandingan dan pantas meraih kemenangan.

“Apa yang Anda lihat pada tim Afrika Selatan adalah tim yang mengandalkan kekuatan fisik, sangat atletis saat bermain di ruang terbuka, dan saat ini memiliki keyakinan tinggi terhadap apa yang mereka lakukan,” kata Marsch dikutip dari ESPN.

Kanada pun tercatat sebagai tuan rumah Piala Dunia pertama yang harus memainkan laga di luar wilayah negaranya. Berbeda dengan Jepang dan Korea Selatan pada 2002 yang tetap bermain di negara masing-masing, Kanada harus bertandang ke Amerika Serikat.

Sementara itu, dua tuan rumah lainnya, Amerika Serikat dan Meksiko, tetap bermain di negara sendiri setelah memenangi grup mereka.

“Tentu saja, kami ingin tetap berada di Kanada, bermain di hadapan para penggemar, dan memanfaatkan energi mereka. Namun, hal itu juga memberikan beban mental yang besar bagi tim kami. Berada di tengah kota dan dikelilingi orang-orang di sekitar hotel, situasinya jadi agak riuh dan kacau,” kata Marsch.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore