
Federasi Sepak Bola Iran meminta FIFA tolak perayaan LGBTQ+ di stadoin saat lawan Mesir. (@teammellifootball/Instagram)
JawaPos.com - Federasi Sepak Bola Iran meminta FIFA untuk melarang segala bentuk seremoni maupun aktivitas promosi yang berkaitan dengan komunitas LGBTQ+ dalam pertandingan penutup Grup G Piala Dunia 2026 antara Iran dan Mesir yang dijadwalkan berlangsung di Seattle, Amerika Serikat, pada Sabtu (27/6). Permintaan itu juga mencakup pembatasan simbol atau representasi gerakan Pride di dalam stadion Lumen Field yang akan menjadi lokasi pertandingan.
Sikap itu disampaikan Iran di tengah rencana panitia lokal Seattle yang ingin menandai laga itu sebagai bagian dari perayaan Pride. Komite penyelenggara setempat telah menyiapkan berbagai aktivitas Pride untuk menyambut laga pada 27 Juni meski hasil undian belum diumumkan. Situs resmi komite lokal Seattle bahkan telah memuat halaman khusus bertajuk Pride Matchday serta menjadwalkan konferensi pers terkait. Rupanya, hasil undian yang dilakukan pada Desember 2025 itu mempertemukan Mesir melawan Iran.
Meskipun demikian, Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menegaskan bahwa tidak ada istilah Pride Match dalam agenda resmi turnamen. Dalam wawancara dengan media Swiss pada Januari, Infantino menyebut bahwa yang ada hanyalah pertandingan Piala Dunia di Seattle, sedangkan kegiatan lain yang berlangsung di kota itu merupakan inisiatif organisasi eksternal dan tidak berkaitan langsung dengan pertandingan.
Dalam pernyataan resminya, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyatakan telah menyampaikan sikap tegas kepada FIFA melalui jalur resmi. Mereka menekankan bahwa Iran dan Mesir sebagai dua negara dengan mayoritas penduduk Muslim memiliki kesamaan nilai budaya dan agama, sehingga menolak adanya aktivitas yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip tersebut.
“Iran dan Mesir adalah dua negara Muslim yang memiliki kesamaan budaya dan agama yang mendalam, dan pandangan yang disampaikan oleh kedua federasi mencerminkan nilai serta keyakinan yang dianut oleh masyarakat di kedua negara. Posisi kami adalah bahwa tidak boleh ada seremoni atau aktivitas promosi yang terkait dengan gerakan ini (LGBTQ+) di dalam stadion maupun sebagai bagian dari lingkungan pertandingan,” ujar juru bicara tim nasional Iran dikutip dari The Athletic.
Iran juga meminta FIFA mempertimbangkan pandangan serta kekhawatiran tim peserta dalam menentukan atmosfer pertandingan. FFIRI berharap badan sepak bola dunia itu mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan tidak adanya aktivitas terkait Pride di dalam stadion.
“Kami meyakini FIFA harus mempertimbangkan pandangan dan kekhawatiran dari tim-tim peserta ketika membahas hal-hal yang berkaitan dengan suasana pertandingan dan penyajian stadion,” tambahnya.
Sementara itu, FIFA tetap pada posisinya sebagai penyelenggara yang mengedepankan inklusivitas. Dalam pernyataan terbarunya, FIFA menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 merupakan ajang yang terbuka bagi semua kalangan. FIFA juga menyebut bahwa bendera pelangi serta simbol yang merepresentasikan orientasi seksual dan identitas gender diperbolehkan selama sesuai dengan kode etik stadion.
“Piala Dunia FIFA 2026 adalah ajang inklusif yang menyambut semua orang dari berbagai latar belakang. Penggemar dengan beragam orientasi seksual dan identitas gender dipersilakan hadir dalam pertandingan maupun berbagai acara terkait. Pernyataan umum mengenai hak asasi manusia, termasuk penggunaan bendera pelangi serta bendera lain yang melambangkan orientasi seksual dan identitas gender diizinkan berdasarkan Kode Etik Stadion Piala Dunia FIFA 2026,” tulis FIFA.
Baca Juga: Burnley Degradasi, Tottenham Hotspur Resmi Datangkan Kiper Veteran Martin Dubravka Secara Gratis
Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) sebelumnya juga telah menyampaikan penolakan resmi kepada FIFA. Dalam pernyataannya, EFA menegaskan tidak akan menerima adanya aktivitas yang mendukung homoseksualitas dalam pertandingan itu karena bertentangan dengan nilai budaya, sosial, dan agama di kawasan mereka.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
