Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 14.10 WIB

Jurgen Klopp Soroti Kegagalan Timnas Turki di Piala Dunia 2026, Sebut Tekanan Jadi Faktor Utama

Timnas Turki gagal total di Piala Dunia 2026. (Istimewa) - Image

Timnas Turki gagal total di Piala Dunia 2026. (Istimewa)

JawaPos.com - Mantan pelatih Liverpool Jurgen Klopp memberikan pandangannya mengenai kegagalan Timnas Turki memenuhi ekspektasi pada Piala Dunia 2026.

Menurut Jurgen Klopp, masalah utama bukan terletak pada kurangnya semangat atau keinginan para pemain timnas Turki, melainkan tekanan besar yang sulit mereka kendalikan sepanjang turnamen piala dunia.

Dalam komentarnya, Jurgen Klopp mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Turki. Dia mengatakan, telah mengenal banyak teman asal Turki selama hidupnya dan memahami betapa besar harapan yang dibebankan kepada timnas Turki setiap kali tampil di panggung internasional, terutama piala dunia.

"Saya tahu betapa besar kegembiraan dan optimisme yang mereka miliki saat memulai turnamen," ujar Klopp.

Pelatih asal Jerman itu menilai Turki sebenarnya memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing. Dari sisi individu maupun kolektif, skuad yang dimiliki dianggap mampu menghadirkan performa yang jauh lebih baik dibanding hasil yang akhirnya mereka raih.

Namun, menurut Klopp, ambisi besar untuk meraih hasil maksimal justru menjadi salah satu faktor yang menghambat permainan tim. Ia menegaskan bahwa keinginan untuk menang bukanlah masalah, tetapi ketika tekanan meningkat secara berlebihan, sebuah tim bisa kehilangan keseimbangan dalam menjalankan rencana permainan.

Klopp mencontohkan bagaimana sebuah tim harus tetap menjaga struktur permainan, terutama keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Dia menilai Turki terlalu fokus pada upaya mencetak gol sehingga mengabaikan aspek defensif yang seharusnya menjadi fondasi permainan.

"Ketika Anda menginginkan sesuatu dengan sangat kuat, Anda bisa melupakan rencana yang telah disusun sebelumnya," kata Klopp.

Menurut dia, keamanan dalam bertahan justru memberikan kebebasan bagi pemain untuk tampil lebih berani saat menyerang. Ketika keseimbangan itu hilang, tim akan lebih mudah kehilangan kontrol pertandingan dan rentan melakukan kesalahan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore