Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2026 | 05.38 WIB

Kisah Deniz Undav, Pemain Keturunan Kurdi yang Bersinar untuk Timnas Jerman di Piala Dunia 2026

Timnas Jerman menang telak 7-1 atas Curaçao di Piala Dunia 2026. Pemain Jerman keturunan Kurdi Deniz Undav menjadi salah satu sorotan. (Istimewa) - Image

Timnas Jerman menang telak 7-1 atas Curaçao di Piala Dunia 2026. Pemain Jerman keturunan Kurdi Deniz Undav menjadi salah satu sorotan. (Istimewa)

JawaPos.com - Deniz Undav menjadi salah satu sorotan dalam laga timnas Jerman melawan Curaçao di Piala Dunia 2026. Meski tidak tampil sejak menit awal, penyerang berusia 30 tahun itu mampu memberikan dampak besar setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Deniz Undav tampil efektif dan langsung mengubah jalannya pertandingan. Dia berhasil mencetak satu gol sekaligus menyumbangkan dua assist untuk membantu timnas Jerman meraih hasil positif. Kontribusi tersebut membuat namanya masuk dalam catatan statistik langka di ajang Piala Dunia.

Berdasar data yang dirilis Bleacher Report Football, pemain timnas Jerman Deniz Undav menjadi pemain pertama sejak James Rodriguez saat membela Kolombia melawan Jepang pada Piala Dunia 2014 yang mampu mencatatkan satu gol dan dua assist setelah masuk dari bangku cadangan dalam satu pertandingan.

Pencapaian tersebut semakin istimewa mengingat perjalanan hidup Undav yang tidak selalu berjalan mulus. Penyerang Jerman itu memiliki latar belakang keluarga imigran dari wilayah Viranşehir, Turki tenggara, yang dikenal sebagai daerah dengan populasi Kurdi yang besar.

Keluarga Undav bermigrasi ke Jerman pada era 1980-an. Dalam beberapa kesempatan, sang pemain mengungkapkan bahwa keluarganya meninggalkan tanah kelahiran mereka akibat konflik yang terjadi antara pemerintah Turki dan kelompok Kurdi pada masa itu.

Lahir dan besar di Jerman, Undav berkembang menjadi salah satu penyerang terbaik Bundesliga. Namun identitasnya sebagai keturunan Kurdi Yazidi juga membawa tantangan dalam perjalanan karirnya.

Dalam sebuah wawancara, Undav pernah menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki keinginan untuk membela tim nasional Turki. Dia memilih memperkuat Jerman, negara tempat dirinya tumbuh dan berkembang sebagai pesepak bola profesional.

Pernyataan tersebut sempat memicu berbagai reaksi di media sosial. Undav mengaku pernah menerima serangan verbal secara daring, bahkan mendapat ejekan ketika menghadapi klub-klub asal Turki dalam pertandingan level klub.

Meski demikian, dia tetap terbuka mengenai identitas dan latar belakang keluarganya. Salah satu bentuk kebanggaannya terhadap akar budaya Kurdi terlihat setiap kali merayakan gol. Undav beberapa kali melakukan tarian tradisional Kurdi sebagai selebrasi setelah mencetak gol.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore