
Timnas Jerman sediakan transportasi gratis untuk suporter. (DFB/Max Galys)
JawaPos.com - Para pemain tim nasional Jerman menyediakan transportasi gratis kepada para suporternya untuk menuju laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026. Inisiatif itu diambil untuk membantu meringankan beban biaya perjalanan suporter yang dinilai sangat tinggi selama turnamen di Amerika Serikat.
Pada laga terakhir, Jerman dijadwalkan menghadapi Ekuador di New Jersey. Saat ini, tiket bus untuk perjalanan dari pusat kota New York ke lokasi pertandingan dibanderol sekitar 20 dolar AS (sekitar Rp 359 ribu). Sementara itu, perjalanan pulang-pergi menggunakan kereta New Jersey Transit mencapai 98 dolar AS (sekitar Rp 1,7 juta), jauh lebih mahal dibandingkan tarif normal.
Dilansir dari The Athletic, Gubernur New Jersey Mikie Sherrill menyatakan bahwa kenaikan harga itu disebabkan keputusan FIFA yang tidak menanggung biaya transportasi suporter selama Piala Dunia. Sherrill juga membela kebijakan menaikkan harga transportasi umum sebagai langkah untuk melindungi pembayar pajak lokal.
Kondisi itu berbeda dengan yang dilakukan pemerintah Jerman saat Piala Eropa 2024 yang menggratiskan transportasi kereta lokal bagi pemegang tiket pertandingan. Para suporter Jerman pun merasa terbebani dengan tingginya biaya akomodasi yang diperlukan di Piala Dunia 2026.
Menanggapi situasi tersebut, sejumlah pemain senior dalam skuad asuhan Julian Nagelsmann pun mengambil inisiatif untuk membantu suporter. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) lalu menginformasikan anggota kelompok suporter resmi yang telah terdaftar bahwa tim akan menyediakan layanan bus shuttle gratis khusus untuk pertandingan melawan Ekuador.
Transportasi itu disiapkan untuk sekitar empat ribu suporter. Para penggemar yang berminat pun diminta mendaftar melalui situs resmi DFB. Jika jumlah pendaftar melebihi kuota, pemilihan peserta akan dilakukan secara acak dengan pemberitahuan paling lambat pada 11 Juni 2026.
Langkah yang diambil skuad Jerman melalui DFB itu diharapkan dapat mempererat hubungan antara tim dan para pendukungnya. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir hubungan itu sempat merenggang setelah performa mengecewakan Jerman di Piala Dunia 2018 dan 2022 yang tersingkir di fase grup. Kegagalan itu sempat membuat minat suporter datang ke stadion turun, termasuk penurunan signifikan dalam jumlah pemirsa televisi.
Namun, situasi mulai membaik sejak penunjukan Julian Nagelsmann sebagai pelatih pada 2023. Nagelsmann berhasil membawa Jerman mencapai perempat final Piala Eropa 2024 sebelum dikalahkan oleh Spanyol yang kemudian menjadi juara. Meski hasil pertandingan dalam dua tahun terakhir masih beragam, suasana di sekitar tim dinilai jauh lebih positif.
Inisiatif penyediaan transportasi gratis itu pun mendapat sambutan positif dari suporter dan media lokal yang memuji langkah para pemain sebagai bentuk nyata kepedulian dan upaya membangun kembali kedekatan dengan penggemar.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
