
Jersey Piala Dunia timnas Haiti. (Istimewa)
JawaPos.com - Timnas Haiti menjadi sorotan menjelang bergulirnya Piala Dunia setelah memperkenalkan jersey terbaru mereka yang menampilkan bendera Polandia.
Kehadiran simbol tersebut sempat memunculkan pertanyaan dari banyak pecinta sepak bola karena kedua negara berada di benua yang berbeda dan tidak memiliki hubungan yang umum dikenal dalam dunia olahraga.
Namun di balik keputusan itu ternyata tersimpan kisah sejarah yang panjang dan penuh makna. Bendera Polandia pada jersey Timnas Haiti bukanlah sekadar elemen desain, melainkan bentuk penghormatan terhadap hubungan persahabatan yang telah terjalin selama lebih dari dua abad.
Baca Juga:Terjawab! Teka-teki Pemain Asing Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares Segera Diumumkan
Cerita tersebut bermula pada tahun 1802 ketika Napoleon Bonaparte mengirim ribuan tentara dari Legiun Polandia ke Haiti. Saat itu Haiti masih menjadi koloni Prancis dan tengah dilanda pemberontakan budak yang memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan.
Di luar dugaan, sebagian tentara Polandia justru menaruh simpati terhadap perjuangan rakyat Haiti. Mereka melihat kesamaan nasib karena Polandia pada masa itu juga mengalami tekanan dan kehilangan kedaulatan akibat campur tangan kekuatan asing di Eropa.
Alih-alih membantu menumpas pemberontakan, banyak tentara Polandia memilih membelot dan bergabung dengan rakyat Haiti. Mereka ikut bertempur melawan pasukan Prancis dalam perjuangan menuju kemerdekaan.
Baca Juga:Resmi! Persebaya Surabaya Perpanjang Kontrak Ernando Ari, Andalan Bernardo Tavares Musim Depan
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada 1804, Haiti resmi menjadi negara merdeka dan tercatat sebagai republik kulit hitam pertama yang meraih kemerdekaan melalui revolusi budak.
Sebagai bentuk penghargaan atas bantuan yang diberikan, pemimpin Haiti saat itu, Jean-Jacques Dessalines, memberikan kewarganegaraan kepada para tentara Polandia yang memilih berdiri bersama rakyat Haiti. Mereka bahkan mendapat penghormatan khusus dan dianggap sebagai bagian dari bangsa Haiti.
Dalam berbagai catatan sejarah, Dessalines menyebut para tentara Polandia sebagai Orang Kulit Hitam Eropa. Sebutan tersebut bukan merujuk pada warna kulit, melainkan simbol persaudaraan dan solidaritas dalam melawan penindasan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
