Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juni 2026 | 17.28 WIB

Mozaik Piala Dunia 2026: Sombrero Pele dan Invasi Suporter, Rivellino Tak Pernah Lupa Final Piala Dunia 1970

Legenda Brasil Roberto Rivellino mengenang momen ikonik ketika suporter Meksiko memasangkan sombrero di kepala Pele usai final Piala Dunia 1970 di Stadion Azteca. (FIFA) - Image

Legenda Brasil Roberto Rivellino mengenang momen ikonik ketika suporter Meksiko memasangkan sombrero di kepala Pele usai final Piala Dunia 1970 di Stadion Azteca. (FIFA)

JawaPos.com — Piala Dunia 1970 di Meksiko bukan sekadar panggung kejayaan Brasil meraih gelar dunia ketiga. Bagi legenda Brasil Roberto Rivellino, turnamen itu menyimpan cerita unik tentang dukungan rakyat Meksiko, keajaiban Pele, hingga momen tak terlupakan saat suporter menyerbu lapangan dan memasangkan sombrero khas Meksiko di kepala sang Raja Sepak Bola.

Turnamen yang digelar di Meksiko itu dikenang sebagai salah satu edisi terbaik dalam sejarah sepak bola.

Brasil tampil sempurna dengan memenangi seluruh enam pertandingan yang mereka jalani sebelum akhirnya menghancurkan Italia 4-1 pada partai final di Stadion Azteca yang dipadati sekitar 100 ribu penonton.

Bagaimana Brasil Menjadi Tim Kesayangan Publik Meksiko?

Menurut Rivellino, hubungan spesial antara tim Brasil dan masyarakat Meksiko sudah terjalin jauh sebelum laga final dimainkan.

Selama turnamen berlangsung, Brasil bermarkas di Guadalajara dan terus bertahan di kota tersebut karena selalu menang di setiap pertandingan.

“Kami memiliki pengalaman luar biasa di Meksiko pada 1970 karena kami tinggal di Guadalajara hingga berangkat untuk memainkan final. Kami terus menang dan menang, jadi kami tetap berada di kota yang sama sepanjang turnamen. Itu membuat semuanya sangat spesial,” kenang Rivellino dikutip dari laman FIFA, Selasa (9/6/2026).

Kedekatan itu semakin kuat setelah tim tuan rumah Meksiko tersingkir di babak perempat final.

Alih-alih kehilangan antusiasme, publik Meksiko justru mengalihkan dukungan mereka kepada Brasil yang saat itu menampilkan permainan menyerang dan atraktif.

“Ketika Meksiko tersingkir dari Piala Dunia, masyarakat Meksiko merangkul tim Brasil. Itu karena cara kami bermain, keajaiban sepak bola kami, dan semua hal lainnya. Mereka benar-benar mendukung kami. Itulah mengapa semuanya menjadi sebuah pertunjukan yang luar biasa,” ujar Rivellino.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore