Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Juni 2026 | 18.42 WIB

Dapat Protes Massal, FIFA Batalkan Larangan Soal Botol Air Minum di Pertandingan Piala Dunia 2026

Kansas City Stadium atau GEHA Field at Arrowhead Stadium dikenal sebagai stadion olahraga luar ruangan paling bising di dunia dan akan menggelar enam pertandingan Piala Dunia 2026. (Dok. FIFA) - Image

Kansas City Stadium atau GEHA Field at Arrowhead Stadium dikenal sebagai stadion olahraga luar ruangan paling bising di dunia dan akan menggelar enam pertandingan Piala Dunia 2026. (Dok. FIFA)

JawaPos.com - FIFA mengubah kebijakan terkait botol air minum di Piala Dunia 2026 setelah mendapat kritik luas dari berbagai pihak. Badan sepak bola dunia itu sempat memicu kontroversi dengan memperbarui aturan stadion yang secara efektif melarang penggemar membawa botol air minum dan menggunakan stasiun hidrasi di arena pertandingan.

Keputusan itu menuai reaksi keras. Banyak pihak menilai kebijakan tersebut berpotensi membahayakan kesehatan suporter yang akan menyaksikan pertandingan di tengah suhu musim panas yang tinggi di Amerika Utara.

Melansir Sports Illustrated, tak butuh waktu lama, FIFA akhirnya menarik kembali aturan itu dan mengizinkan penggemar membawa air minum ke stadion dengan ketentuan tertentu.

Kebijakan yang Memicu Gelombang Kritik

Pada aturan awal, FIFA sebenarnya memperbolehkan para penonton membawa botol plastik transparan yang kosong dan dapat digunakan kembali ke dalam stadion. Namun pada 2 Juni, FIFA memperbarui kode etik stadion mereka dengan menghapus ketentuan tersebut dan melarang penggunaan stasiun pengisian air di area pertandingan.

Langkah tersebut langsung mendapat penolakan dari kelompok suporter, organisasi masyarakat, hingga pejabat pemerintah di sejumlah kota tuan rumah. Banyak yang menilai FIFA lebih mementingkan keuntungan komersial dibanding kenyamanan dan keselamatan para penonton.

Para penggemar dikhawatirkan terpaksa membeli air minum dengan harga tinggi di dalam stadion apabila tidak diperbolehkan membawa air sendiri dari luar.

Wali Kota Ikut Mengecam

Kritik tidak hanya datang dari kalangan suporter. Wali Kota Toronto, Olivia Chow, secara terbuka menyebut kebijakan FIFA sebagai langkah yang semata-mata bertujuan mencari keuntungan finansial.

Toronto sendiri akan menjadi tuan rumah enam pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk laga pembuka Timnas Kanada.

Sementara itu, Wali Kota New York, Zohran Mamdani, juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap aturan tersebut. Dia menilai kebijakan itu menjadi bagian dari sejumlah keputusan FIFA yang sebelumnya juga menuai sorotan terkait harga dan aksesibilitas selama turnamen berlangsung.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore