Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juni 2026 | 16.24 WIB

Profil Stadion Piala Dunia 2026: San Francisco Bay Area Stadium, Stadion Rp 21 Triliun dengan Kebun di Atapnya

Tampak dalam San Francisco Bay Area Stadium (Levi's Stadium) di Santa Clara yang akan menjadi tuan rumah enam pertandingan Piala Dunia 2026. (Dok. FIFA)

JawaPos.com — San Francisco Bay Area Stadium di Santa Clara, Amerika Serikat, akan menjadi salah satu venue utama Piala Dunia 2026 dengan menggelar enam pertandingan. Stadion berkapasitas 69.391 penonton ini menjadi sorotan karena kombinasi teknologi modern, proyek renovasi besar, dan fasilitas unik berupa kebun organik di atas atap yang menyuplai kebutuhan makanan di dalam stadion.

Mengapa San Francisco Bay Area Stadium Jadi Venue Penting Piala Dunia 2026?

San Francisco Bay Area Stadium, yang dikenal sebagai Levi's Stadium, merupakan salah satu stadion termodern yang digunakan pada Piala Dunia 2026. Stadion ini dibuka pada 2014 dan menjadi markas tim NFL, San Francisco 49ers.

Terletak di Santa Clara, sekitar 35 mil atau 56 kilometer di tenggara San Francisco, stadion ini berada di jantung Silicon Valley. Lokasi tersebut membuatnya menjadi salah satu venue paling strategis sekaligus modern di kawasan Bay Area.

FIFA menetapkan kapasitas stadion mencapai 69.391 penonton untuk Piala Dunia 2026. Sebanyak enam pertandingan akan dimainkan di venue ini, menjadikannya salah satu stadion penting dalam turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pembangunan stadion menghabiskan dana sekitar USD 1,3 miliar atau setara lebih dari Rp 21 triliun. Nilai investasi besar itu mencerminkan ambisi menghadirkan fasilitas olahraga kelas dunia yang mampu menggelar berbagai ajang internasional.

Apa Tantangan Cuaca di Stadion Ini?

Meski tergolong stadion modern, San Francisco Bay Area Stadium memiliki satu tantangan yang cukup unik. Sebagian besar area tribun tidak dilindungi atap sehingga penonton akan lebih banyak terpapar cuaca secara langsung.

Pada bulan Juni, suhu rata-rata harian di kawasan Santa Clara mencapai 24 derajat Celsius. Namun, paparan sinar matahari yang kuat terutama di sisi timur stadion kerap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kenyamanan penonton maupun pemain.

Penambahan atap atau sistem peneduh permanen ternyata tidak mudah dilakukan. Lokasi stadion yang berada dekat Bandara San Jose membuat kawasan tersebut memiliki pembatasan ketinggian bangunan.

Kondisi itu membuat pengelola tidak bisa begitu saja membangun struktur atap tambahan. Karena alasan tersebut, mitigasi cuaca menjadi salah satu fokus utama menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026.

Renovasi Rp 3,2 Triliun Jelang Piala Dunia

Menjelang Piala Dunia 2026, San Francisco Bay Area Stadium menjalani proyek renovasi besar senilai USD 200 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun. Renovasi tersebut rampung pada musim panas 2025.

Salah satu fokus utama pembaruan adalah peningkatan sistem drainase dan ventilasi lapangan rumput permanen. Perbaikan ini dilakukan untuk memastikan kualitas lapangan tetap optimal sepanjang turnamen berlangsung.

Selain itu, area kursi di bagian sudut stadion juga direkonfigurasi. Langkah tersebut bertujuan memberikan ruang yang cukup agar ukuran lapangan sesuai dengan standar resmi FIFA.

Renovasi besar ini sekaligus mempertegas status stadion sebagai salah satu venue paling siap menyambut ajang sepak bola terbesar di dunia. Infrastruktur yang diperbarui diharapkan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pemain maupun penonton.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore