
Pemain Spanyol Lamine Yamal. (FIFA)
JawaPos.com - Timnas Spanyol tergabung dalam Grup H bersama Uruguay, Arab Saudi, dan Cape Verde di Piala Dunia 2026. Langkah skuad berjuluk La Roja itu diyakini mulus, bahkan menjadi salah satu kandidat kuat juara ajang bergengsi tersebut.
Pada edisi Piala Dunia 2022 di Qatar, Spanyol harus gigit jari. Secara mengejutkan, tim yang kala itu dibesut Luis Enrique harus tersingkir di babak 16 besar usai takluk dari Maroko.
Kini, Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal positif. Di bawah komando Luis De La Fuente, mereka sukses menjadi juara UEFA Nations League 2023, EURO 2024, dan teranyar menjadi finalis UEFA Nations League 2025.
Berkat kesuksesan tersebut, Spanyol diprediksi menjadi kandidat terkuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Bahkan, superkomputer Opta, menjadikan La Roja sebagai tim favorit juara edisi kali ini dengan kans 16,16 persen dan 75,12 persen bisa lolos dari fase grup.
Kendati demikian, bintang Spanyol, Lamine Yamal, mengesampingkan prediksi superkomputer tersebut. Bintang Barcelona itu menilai banyak tim kuat yang tengah dalam kondisi terbaik di Piala Dunia 2026 nanti.
“Lucu juga, karena saat EURO situasinya justru berkebalikan. Tidak banyak yang menjagokan kami menjadi juara, dan itu justru menguntungkan bagi kami. Menjadi favorit tidak berarti apa-apa ketika sudah berada di lapangan. Status itu tidak memberi keuntungan atau membuat Anda mencetak lebih banyak gol. Kami tetap harus menjalani pertandingan satu demi satu,” kata Yamal, dipetik dari laman FIFA, Kamis (21/5/2026).
“Ada banyak tim kuat seperti Argentina, Prancis, Portugal, dan Inggris, dan semua tim akan tampil dalam performa terbaiknya di Piala Dunia. Bagi kami, yang terpenting adalah memberikan segalanya untuk Spanyol dan percaya pada cara bermain kami, karena menurut saya, kami memainkan sepak bola terbaik,” sambungnya.
Tak ayal jika Spanyol diprediksi menjadi kandidat terkuat juara. Perjalanan La Roja menuju putaran final Piala Dunia 2026 terbilang sangat dominan dan nyaris sempurna.
Spanyol memulai perjalanannya dengan tergabung dalam Grup E kualifikasi zona Eropa bersama Turki, Bulgaria, dan Georgia. Lamine Yamal cs mengunci tiket putaran final sebagai juara Grup E dengan mengemas 16 poin dari total enam laga tanpa satu pun kekalahan (5 menang, 1 imbang).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
