
OLIVER HARDT/FIFA MENIT MAIN TERBANYAK: Aurelien Tchouameni (kanan) bersama Olivier Giroud merayakan gol pertama Prancis ke gawang Inggris dalam perempat final Piala Dunia 2022 di Al Bayt Stadium, Al Khor, kemarin dini hari (11/12) WIB.
JawaPos.com - Keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 tak bisa lepas dari peran duet gelandang tengah alias double pivot.
Ketika menjadi tuan rumah 24 tahun silam, Didier Deschamps bersama Emmanuel Petit atau Christian Karembeu menjadi pilihan pelatih Aime Jacquet.
Ketika Prancis menjadi finalis Piala Dunia 2006 di Jerman, muncul koneksi Patrick Vieira dan Claude Makelele di sentral permainan Les Bleus –sebutan Prancis.
Seolah terinspirasi semasa menjadi pemain, Deschamps di Piala Dunia Rusia empat tahun lalu mengandalkan Paul Pogba-N’Golo Kante. Les Bleus pun nyaris sapu bersih (6 menang dan 1 seri) sepanjang turnamen.
Peran itulah yang sempat dikhawatirkan hilang di Piala Dunia tahun ini ketika Pogba dan Kante terpaksa absen karena cedera. Tapi, Deschamps akhirnya menemukan pengganti mereka.
Koneksi Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot yang menjadi pilihan Deschamps mampu menunjukkan performa apik di Qatar.
Rabiot langsung berkontribusi satu gol dan satu umpan gol saat Prancis menaklukkan Australia 4-1 dalam start di Piala Dunia Qatar atau matchday pertama grup D (23/11).
Kemarin dini hari (11/12) WIB Tchouameni membuka kemenangan Prancis 2-1 atas Inggris dalam perempat final di Al Bayt Stadium, Al Khor.
Di antara pemain Prancis dalam Piala Dunia Qatar, Tchouameni menjadi yang paling banyak memiliki menit bermain. Yakni, 481 menit. Rabiot menyusul dengan 387 menit bermain atau sama dengan striker Kylian Mbappe.
Menurut Tchouameni, tim Prancis di Piala Dunia Qatar telah menunjukkan keseimbangan dan semakin solid dari satu laga ke laga lainnya.
”Tim ini telah dilahirkan dan semakin menjadi bagus. Kami harus melanjutkan performa positif ini,” kata gelandang 22 tahun asal Real Madrid itu kepada beIN Sports.
Rabiot berkata senada. ”Aku merasa bangga terhadap tim ini. Kami menunjukkan bahwa kami bisa bersatu dan menunjukkan solidaritas satu sama lain,” tutur pemain 27 tahun yang memperkuat Juventus itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
