
Uruguay
JawaPos.com – Seharusnya, Piala Dunia 2022 ini jadi akhir yang indah bagi bomber timnas Uruguay, Luis Suarez. Ya, Suarez sempat mengutarakan keinginannya gantung sepatu dari timnas Uruguay pasca-Piala Dunia.
Sayang, dia gagal menutupnya dengan manis.
Suarez menutupnya dengan tangis. Uruguay gagal lolos 16 besar meski mengalahkan Ghana 2-0 saat matchday pemungkas grup H Piala Dunia 2022 di Al Janoub Stadium, Al Wakrah, Jumat (2/12) malam WIB.
Uruguay gagal bersaing dengan Korsel yang mengalahkan Portugal 2-1 pada laga grup H lainnya.
Piala Dunia keempat sekaligus yang terakhir Suarez itu juga dijalani dengan rekor terburuk, gagal lolos ke fase knockout.
Padahal, El Pistolero (julukan Suarez) sempat berkontribusi dengan umpan di balik gol kedua Giorgian de Arrascaeta pada menit ke-32.
’’Saya sedih, saya kecewa. Namun, saya cukup beruntung bisa bermain dalam empat edisi Piala Dunia,’’ kata Suarez dalam wawancara dengan stasiun televisi Uruguay, Teledoce.
Tidak hanya sedih tak bisa membawa La Celeste (julukan Uruguay) lolos dalam Piala Dunia terakhirnya.
Mantan bomber Liverpool FC dan FC Barcelona itu juga gagal memberikan kado istimewa untuk anak ketiganya, Lautaro Suarez.
Ya, dia sengaja mengajak istri dan anaknya datang ke Qatar untuk menyaksikan momen yang harusnya istimewa baginya itu.
’’Sebelum laga, saya memikirkan putraku yang berusia 4 tahun. Dia belum pernah melihat saya memenangi pertandingan, makanya datang ke sini.''
''Hari ini (kemarin, Red) dia melihatku menang, tapi dengan gambaran kesedihan. Bagi seorang ayah, bagi seorang pemain, ini sulit diterima,’’ sesalnya.
Dua kakaknya, Delfina Suarez dan Benjamin Suarez, sudah menyaksikan aksi-aksi ayahnya bertarung di Piala Dunia 2014 dan 2018.
Sementara itu, Lautaro lahir setelah Suarez membawa Uruguay lolos ke perempat final Piala Dunia di Rusia.
Namun, langkah Uruguay dihentikan Prancis yang pada akhirnya jadi juara dunia dengan kekalahan dua gol tanpa balas. Maka, Suarez jadi pemain Uruguay yang paling terpukul di balik kegagalan itu.
Sebagaimana Suarez, striker Kamerun Vincent Aboubakar juga merasakan kemenangan dan selebrasi atas golnya ke gawang Brasil di Lusail Iconic Stadium, Lusail.
Hanya, setelah selebrasi gol saat injury time menit kedua itu, Aboubakar diberi kartu merah karena melepas kostumnya.
Dia mengekor legenda Prancis Zinedine Zidane yang terkena kartu merah setelah mencetak gol di final Piala Dunia 2006 melawan Italia. Uniknya, setelah itu, Zidane memutuskan gantung sepatu dari timnas. Sama dengan yang dilakukan Aboubakar.
’’Saya berharap generasi yang akan datang setelah kami ini lebih baik dari kami,’’ ungkap striker yang berusia 30 tahun tersebut seperti dikutip dari laman Sport News Africa. Kapten Kamerun itu baru tiga kali bermain di Piala Dunia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
