
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat di SMAN 26 Jakarta, Rabu (23/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) sebagai kegiatan ekstrakurikuler baru untuk tingkat sekolah menengah.
Kemhan memastikan ekskul yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini bukan ajang latihan militer bagi siswa.
Program ini berlaku bagi siswa SMA, SMK, Madrasah Aliyah, dan sederajat mulai tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema, menegaskan keikutsertaan pelajar dalam KKRI tidak bertujuan untuk mengarahkan mereka menjadi anggota militer.
Baca Juga:Prodi Sarjana Farmasi dan Prodi Pendidikan Profesi Apoteker FKIK UAJ Raih Akreditasi Unggul
"Saya ingin menegaskan bahwa menjadi anggota Korps Kadet ini bukan harus menjadi seorang prajurit. KKRI adalah wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab sebagai warga negara," ujar Gabriel Lema dalam sambutannya saat acara peluncuran KKRI di SMAN 26 Jakarta, Rabu (23/9).
Pelaksanaan program ini mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 136 Tahun 2026.
Melalui regulasi tersebut, KKRI ditetapkan secara resmi sebagai ekstrakurikuler nasional yang berfokus pada penanaman nilai-nilai Pancasila dan kesadaran bela negara bagi generasi muda.
Dalam penerapannya, KKRI mengusung konsep pembelajaran bauran (blended learning), proyek pengabdian masyarakat, serta sistem mentoring kelompok kecil.
Pendekatan ini dirancang agar relevan dengan dinamika kehidupan digital dan perkembangan teknologi yang dihadapi para siswa saat ini.
Baca Juga:Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Gabriel menjelaskan, kolaborasi lintas kementerian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter anak bangsa merupakan tanggung jawab kolektif antara lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan negara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022