
English for Speakers of Other Languages International Olympiad (ESOLIO) 2026 yang berlangsung di Bali baru-baru ini. (Istimewa).
JawaPos.com - Kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap dalam dunia pendidikan. Di tengah semakin terbukanya persaingan global, kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, dan berkolaborasi lintas budaya menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan.
Gambaran tersebut terlihat dari penilaian para juri internasional dalam ajang English for Speakers of Other Languages International Olympiad (ESOLIO) 2026 yang berlangsung di Bali baru-baru ini.
Empat relawan Peace Corps Indonesia yang dipercaya menjadi dewan juri menilai para peserta tidak hanya menunjukkan penguasaan bahasa Inggris yang baik, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan, rasa percaya diri, kreativitas, serta kemampuan berinteraksi dengan pelajar dari berbagai negara.
Penilaian tersebut muncul setelah lebih dari 100 peserta dari tujuh negara mengikuti babak final ESOLIO 2026 yang digelar pada 28 Juni hingga 2 Juli di Trans Resort Hotel Bali. Para peserta berasal dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, Hong Kong, Vietnam, dan Bangladesh.
Kompetisi yang menggunakan standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) itu menguji kemampuan berbicara, menulis, membaca, dan memahami bahasa Inggris peserta sesuai jenjang kompetensi masing-masing.
Direktur Abak Academy sekaligus Chairman ESOLIO, Munasprianto Ramli Ph.D., mengatakan kemampuan bahasa Inggris saat ini tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan generasi muda untuk berinteraksi dalam lingkungan internasional.
"ESOLIO menjadi wadah bagi generasi muda untuk saling belajar, membangun koneksi internasional, dan mengenal keberagaman budaya," ujarnya.
Menurut Munasprianto, penguasaan bahasa asing perlu diimbangi dengan kemampuan memahami keberagaman budaya, bekerja sama, serta berkomunikasi secara efektif karena hal tersebut semakin dibutuhkan di berbagai bidang.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, penyelenggara kembali melibatkan Peace Corps Indonesia sebagai bagian dari tim akademik dan dewan juri, khususnya pada penilaian kemampuan berbicara dan menulis.
Peace Corps sendiri merupakan lembaga independen Pemerintah Amerika Serikat yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris di berbagai sekolah di Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
