
ILUSTRASI Fakultas Teknik UGM. Kemendiktisaintek mengubah nomenklatur produk Teknik menjadi Rekayasa.
JawaPos.com – Perubahan nomenklatur program studi (prodi) “Teknik” menjadi “Rekayasa” yang diatur Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memunculkan polemik. Aturan yang tidak bersifat wajib ini belum diterapkan universitas di Indonesia dengan berbagai alasan.
Meski pemerintah telah membuka penggunaan istilah “Rekayasa” sebagai padanan engineering, sejumlah kampus memilih tetap mempertahankan nama “Teknik” karena alasan substansi hingga penyesuaian administrasi.
Belakangan, Kemendiktisaintek juga memberikan klarifikasi bahwa perubahan nomenklatur tersebut tidak bersifat wajib dan tidak menghapus keberadaan program studi Teknik yang sudah ada.
Berikut empat fakta terkait perubahan nama prodi Teknik menjadi Rekayasa:
Perubahan nomenklatur tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Nomor 96/B/KPT/2025 tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi.
Dalam aturan itu, istilah “Rekayasa” ditetapkan sebagai padanan resmi dari engineering dalam bahasa Indonesia. Sejumlah program studi kini memiliki nomenklatur berbasis Rekayasa, seperti Rekayasa Elektro, Rekayasa Mesin, Rekayasa Sipil, hingga Rekayasa Industri.
Meski begitu, aturan tersebut juga menyebut perguruan tinggi masih dapat menggunakan istilah “Teknik” dalam penamaan program studi.
Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu dari sekian banyak kampus yang belum mengubah nama program studi Teknik menjadi Rekayasa.
Saat dikonfirmasi, pihak rektorat menyebut tidak ada perbedaan mendasar antara kedua istilah tersebut.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
