Ilustrasi beasiswa LPDP. (Istimewa)
JawaPos.com – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan memanggil AP, yang merupakan suami DS, alumni LPDP yang pernyataannya, “cukup saya WNI, anak jangan” viral di media sosial.
Pemanggilan dilakukan karena AP diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusi setelah menamatkan studi.
Dalam keterangan resmi melalui akun X pada Minggu (22/2), LPDP menyatakan akan meminta klarifikasi kepada AP. Juga akan memproses penindakan dan pengenaan sanksi hingga pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi.
"LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut," sebagaimana keterangan LPDP dalam akun media sosial X.
LPDP juga menyayangkan polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan DS. Lembaga penjamin beasiswa pendidikan itu menegaskan, tindakan DS tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada seluruh penerima beasiswa.
"Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa," tegasnya.
Sesuai ketentuan, lanjut LPDP, seluruh awardee dan alumni LPDP wajib melaksanakan masa pengabdian di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun.
Dalam kasus DS yang menempuh studi selama dua tahun, kewajiban kontribusi tersebut adalah lima tahun.
LPDP menjelaskan, DS telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017, serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Dengan demikian, LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan yang bersangkutan.
Meski begitu, LPDP akan tetap berupaya menjalin komunikasi dengan DS, guna mengimbau agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta mengingat kembali kewajiban kebangsaan penerima beasiswa untuk mengabdi kepada negeri.
Terkait AP, yang merupakan suami DS, juga alumnus LPDP dan menjadi perhatian publik, yang bersangkutan diduga belum menuntaskan kewajiban kontribusinya setelah menyelesaikan studi.
LPDP menegaskan komitmennya untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta menjaga integritas institusi demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.
"LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni," pungkasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
