
Sejumlah petugas SPPG di Kota Depok menyajikan menu MBG.
JawaPos.com - Seorang guru ASN, bernama Afni Wahyuni asal Riau menyesalkan wacana pengangkatan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia membandingkan dengan nasib guru honorer yang masih terkatung-terkatung selama puluhan tahun, terkait status nasib kepegawaian.
Ia menilai, ada ketidakadilan dari pemerintah terhadap nasib guru. Ia mempertanyakan, mengapa negara tidak berkeinginan menyejahterakan nasib guru.
"Gaji pegawai SPPG itu lebih besar daripada gaji guru honorer. Bukan maksud pengen iri-irian sama pegawai SPPG, 'oh kalau gitu guru berhenti aja', nggak gitu konsepnya. Kita itu, ini namanya ketidakadilan," kata Afni dalam unggahan pada media sosial Instagram, Jumat (16/1).
"Kalau negara bisa menyejahterakan pegawai SPPG, kenapa negara nggak bisa menyejahterakan guru? Itu pertanyaan besarnya gitu," sambungnya.
Ia menyesalkan sikap pemerintah yang justru terus menekan anggaran pendidikan. Menurutnya, narasi seorang guru yang harus bekerja dengan ikhlas yang tidak harus mementingkan finansial, seolah merupakan hal yang wajar.
"Guru dicekokin dengan harus ikhlas, harus rela mengajar, nggak boleh mentingin finansial. Kita tuh dicekokin hal-hal yang seperti itu," cetusnya.
Ia menilai, negara mampu menyejahterakan guru. Namun, narasi yang dibangun justru guru harus kerja dengan ikhlas.
"Oh kalau kita mikirin duit berarti nanti nggak berkah, oh nanti nggak ini', gitu. Guru harus ikhlas, ikhlas beramal gitu kan. Jadi walaupun gajinya sedikit, ntar balasannya surga. Padahal, negara mampu untuk menyejahterakan guru, tapi nggak mau," tegasnya.
Ia mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai sangat berpihak pada SPPG, tetapi melalaikan nasib guru honorer.
"Ya, jadi ini bukan iri-irian ya, tapi ini adalah sebuah konsep, sebuah pertanyaan, kalau negara mampu menyejahterakan pegawai SPPG, kenapa negara nggak mampu menyejahterakan para guru?," urainya.
Afni lantas menyinggung pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menyatakan bahwa seharusnya gaji guru mampu ditingkatkan. Menurutnya, dari pernyataan Purbaya, negara dinilai mampu menyejahterakan guru, tetapi tidak punya keinginan.
"Apalagi Pak Purbaya kemarin pernah bilang gitu, seandainya guru itu bisa digaji 30 sampai 40 juta gitu kan. Artinya kan beliau kan orang keuangan gitu, dia lihat keuangan negara kita, berarti negara mampu gitu untuk menyejahterakan guru. Artinya negara punya kemampuan untuk menyejahterakan guru tapi nggak mau. Kita mampu tapi kita nggak mau," sesalnya.
Lebih lanjut, Afni menyesalkan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada pendidikan. Ia menegaskan, seharusnya pendidikan menjadi program prioritas pemerintah, terutama nasib para guru honorer.
Baca Juga: Kritisi Ketimpangan Guru Honorer dengan Petugas SPPG yang Diwacanakan jadi PPPK, Adian: Agak Laen!
"Ada apa? Kenapa pendidikan kita harus ditekan? Kenapa pendidikan kita itu harus terlihat ya seikhlas-ikhlasnya? Mengajar seikhlasnya dengan kondisi ruang kelas yang seadanya gitu. Seolah pendidikan kita tidak menjadi sebuah perhatian yang serius. Ya, kita dipaksa untuk ikhlas para guru, harus mau nggak mau, suka nggak suka, ya lu guru lu harus ikhlas gitu," pungkasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
