Suasana kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok. Tahun ini mereka jadi tuan rumah forum Annual International Conference on Islamic Studies Plus (AICIS+). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Belasan Intelektual kelas dunia di bidang Islam, ekonomi, gender dan lainnya bakal berkumpul di Depok, Jawa Barat. Mereka akan membahas hubungan antara spiritualitas, ekologi, dan perkembangan teknologi masa depan dalam perspektif Islam.
Forum internasional bertajuk Annual International Conference on Islamic Studies Plus (AICIS+) itu, bakal diselenggarakan di kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok pada 29-31 Oktober depan. Tahun ini konferensi Islam Studies itu mengangkat tema Ekoteologi dan Transformasi Teknologi.
Dari laporan panitia, konferensi akademik bergengsi ini menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai disiplin ilmu dan negara. Di antara mereka adalah Prof. Farish A. Noor dari UIII, sekaligus sejarawan asal Malaysia. Dia dikenal dengan analisis tajamnya terhadap politik Islam di Asia Tenggara.
Kemudian ada pakar politik Timur Tengah Prof Shahram Akbarzadeh dari Deakin University, Australia. Selanjutnya Assoc. Prof. Stéphane Lacroix dari Sciences Po, Prancis, yang dikenal lewat risetnya mengenai Islam politik di Arab Saudi dan Mesir.
Dari bidang politik sains dan teknologi ada Assoc. Prof Sulfikar Amir dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Dia secara khusus akan membahas relasi antara inovasi dan masyarakat modern.
Selain itu ada Dr. Hamrila Abdul Latif dari Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), seorang akademisi sekaligus kolumnis populer. Dia akan menyajikan pandangan lintas disiplin terkait transformasi sosial dalam dunia Islam.
Para akademisi dari ranah studi Islam juga akan turut berkontribusi. Diantaranya Dr. Muhammad Ahmad Ibrahim Al-Jahsh dari Al-Qasimiya University, Uni Emirat Arab, serta Aria Nakissa, Ph.D., dari UIII. Mereka akan membahas tafsir dan hukum Islam dalam konteks global.
Sementara dari Indonesia hadir Prof. Meiwita Budiharsana dan Prof. Eka Srimulyani yang akan mengupas isu gender, kesehatan, dan pendidikan Islam kontemporer. Tak kalah menarik juga, ada Fajar Hirawan, Ph.D. yang akan memaparkan strategi ekonomi digital untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di dunia Islam.
“Kolaborasi lintas bidang ini penting," kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno dalan keterangannya, Kamis (23/10).
Dia mengatakan, sudah waktunya bangsa Indonesia berbicara tentang masa depan Islam yang dialogis dengan isu-isu global. Seperti isu kecerdasan buatan (AI), ekologi, dan kemanusiaan.
Suyitno mengatakan, konferensi itu akan menjadi salah satu forum akademik terbesar di Asia Tenggara. Kemudian juga akan mempertemukan ilmu, iman, dan inovasi.
Suyitno mengatakan, AICIS+ 2025 diharapkan menjadi ruang perjumpaan gagasan antara pemikir Islam modern dengan tantangan global. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kajian Islam progresif di dunia.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
