
Direktur Desimenasi dan Pemanfaatan Saintek Kementerian Diktisaintek Yudi Darma (dua dari kanan) dalam diskusi Fortadik di Jakarta (3/10) malam. (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah berupaya melakukan hilirisasi hasil penelitian di perguruan tinggi. Disiapkan anggaran sebanyak Rp 57,5 Miliar untuk menjalankannya. Harapannya supaya hasil penelitian tidak sebatas jadi pajangan di meja kampus.
Program hilirisasi hasil penelitian atau riset itu disampaikan Direktur Desimenasi dan Pemanfaatan Saintek Kementerian Diktisaintek Yudi Darma dalam Diskusi Fortadik di Jakarta. "Sebentar lagi akan kita luncurkan, namanya Bestari," kata Yudi dalam keterangannya (5/10).
Secara garis besar, skemanya adalah setiap kampus mengusulkan hasil risetnya. Nanti di Kementerian Diktisaintek akan dilakukan penilaian. Hasilnya nanti akan diberikan pendanaan untuk hilirisasi hasil riset tersebut.
Yudi juga berpesan supaya dalam melaksanakan riset atau penelitian, kampus lebih banyak melibatkan unsur masyarakat. "Supaya bisa memahami masalah yang dihadapi masyarakat itu apa," jelasnya.
Pelibatan masyarakat itu di antaranya bisa dengan menggandeng pelaku UMKM. Jadi perguruan tinggi akan mendapatkan informasi, masalah apa yang sedang dihadapi oleh pelaku UMKM. Kemudian perguruan tinggi dengan segala keunggulan SDM yang dimiliki, bisa melakukan riset atau inovasi untuk memecahkannya.
Dia menjelaskan di kampus selama ini sudah ada program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Menurut Yudi, KKN lebih bersifat belajar hidup di tengah-tengah masyarakat. Tujuan utamanya bukan untuk memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Apalagi masa tinggal dalam KKN juga tidak lama.
Kemudian Yudi menuturkan program mereka dalam hilirisasi riset tidak berseberangan dengan kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) yang sudah berjalan di kampus. Dia menegaskan P2M tetap jalan seperti biasa.
Hasil penelitian yang dilakukan P2M bisa bermuara pada publikasi ilmiah. Sementara Yudi berfokus bagaimana hasil riset atau penelitian di kampus bisa diterapkan di masyarakat. Mereka nanti akan memilih penelitian yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
