Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 20.44 WIB

Wapres Gibran Ingatkan Pesantren untuk Lebih Siap Menerima Kritik dan Masukan dari Wali Santri

Wapres Gibran Rakabuming Raka saat menerima Ketua Gernas Ayo Mondok KH Luqman Harist Dimyathi beserta pengurus pada Kamis (11/9). (Istimewa)

JawaPos.com - Digitalisasi hampir menyentuh seluruh elemen kehidupan masyarakat. Bahkan digitalisasi dialami para santri di pondok pesantren (ponpes). Digitalisasi itu menuntut para santri mesti memahami teknologi informasi (TI), Artificial Intelligence (AI), dan coding. 

Dorongan melek digital itu disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat menerima Ketua Gernas Ayo Mondok KH Luqman Harist Dimyathi beserta pengurus pada Kamis (11/9). 

"Bapak Wakil Presiden menyatakan dukungannya sekaligus berharap pesantren dapat mengambil peran untuk mengajarkan santri melek digital, utamanya terkait dengan IT, Artificial Intelligence (AI), dan coding," ujar Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok KH Zahrul Azhar Asumta dalam keterangannya, Jumat (12/9). 

KH Zahrul Azhar Asumta yang biasa disapa Gus Hans itu mengungkapkan, pihaknya akan mengerahkan santri untuk mengikuti pelatihan AI dan coding. Program itu merupakan inisiasi dari pemerintah dan menggandeng pihak swasta. 

"Pak Wapres menyampaikan, ada program pelatihan coding dan AI yang bekerja sama dengan swasta, dengan target satu juta anak muda. Kami coba ajukan kuota dua puluh persen dari kalangan santri untuk mengikuti pelatihan itu," katanya. 

Pengasuh Ponpes Darul Ulum Jombang itu menyebut, pihaknya dengan Wapres memiliki persepsi yang sama soal pengembangan santri. Terlebih, kecintaan santri terhadap NKRI tak bisa diragukan lagi. 

Sehingga, lanjut dia, untuk memperkokoh pilar bangsa, santri perlu diasah agar bisa adaptif dan berdaya saing "Pesantren merupakan wadah komplet dalam mencetak generasi muda yang akhlakul karimah, berkemampuan intelektual, dan cinta kepada NKRI," ucapnya. 

Sementara itu, Ketum Gernas Ayo Mondok Gus Lukman Harist mengungkapkan, Wapres turut mengingatkan agar pesantren kini harus lebih siap menerima kritik dan masukan dari wali murid santri. 

"Bapak Wapres mengingatkan bahwa pesantren harus lebih siap menerima kritik maupun masukan. Misalnya dari para wali murid yang sekarang lebih kritis daripada zaman dulu, wali murid kini lebih rigid dan detail," katanya. 

Pertemuan itu menjadi momen Gernas Ayo Mondok untuk menyampaikan rencana rapat koordinasi (Rakor) dengan segenap pengurus dan pimpinan ponpes. Rakor Gernas Ayo Mondok rencananya digelar pada Oktober 2025. Gus Hans menyebut Wapres mendukung kegiatan itu. 

"Kami juga menyampaikan rencana digelarnya rakor, yang nantinya diikuti para pengurus gernas dan pimpinan pesantren. Nanti akan dikemas dalam silaturahim, berta'aruf, mengenalkan program, dan mensinkronisasikan kebutuhan di lapangan berdasarkan infomasi yang disampaikan pimpinan pondok," jelasnya. 

"Rencananya dalam rakor akan diadakan silaturahim antara pimpinan Gernas Ayo Mondok dengan Wapres di Kantor Wapres Oktober nanti," imbuhnya. 

Gus Hans menegaskan pembicaraan dengan wapres tak berbicara soal politik. Menurutnya pengembangkan ponpes kini jauh lebih penting. "Pertemuan ini tak sedikitpun membicarakan soal politik, karena ini murni fokus pengembangan pesantren di Indonesia," jelasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore